Pemilu 2019

Petugas KPPS Samarinda yang Meninggal Dunia, Sempat Minta Belikan Pentol Bakar

Sebelum meninggal dunia, anggota KPPS Dany Faturrahman, malam sebelumnya sempat minta dibelikan pentol bakar untuk ia makan bersama anak-anaknya.

Petugas KPPS Samarinda yang Meninggal Dunia, Sempat Minta Belikan Pentol Bakar
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Almarhum Anggota KPPS Dany Faturrahman bersama dua putrinya.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebelum meninggal dunia, setelah kelelahan usai bertugas anggota KPPS  Dany Faturrahman, sempat minta dibelikan pentol bakar. 

"Malam itu bapak sempat pulang, minta dibelikan pentol bakar. Lalu pentolnya kita makan bersama- sama, sama adik saya juga," tutur Nabila Anisa Rahman (16), putri sulung Dany Faturrahman.

Pentol bakar memang jajanan yang biasanya mereka beli. "Kalau hari-hari biasanya kita makan, dan malamnya saya masak mie instan, makannya tetap sama-sama," kata Nabila.

Untuk diketahui, Dany Faturrahman telah bercerai dengan istrinya, dua anaknya tinggal bersama Dany, sedangkan mantan istrinya tinggal di kawasan Samarinda Seberang.

PEMILU 2019 - Anak pertama almarhum Dany Faturrahman, Nabila Anisa Rahman membasuh kuburan ayahnya sebagai penghormatan terakhir di pemakaman Kenangan, Jalan Sentosa, Kamis (18/4/2019).
PEMILU 2019 - Anak pertama almarhum Dany Faturrahman, Nabila Anisa Rahman membasuh kuburan ayahnya sebagai penghormatan terakhir di pemakaman Kenangan, Jalan Sentosa, Kamis (18/4/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

 Nabila merupakan orang terakhir yang melihat ayahnya, Dany Faturrahman (41) menghembuskan nafas terakhir.

Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, yang selama ini hanya tinggal bersama ayah dan adiknya di rumah neneknya, jalan Biawan, Gang Semangat (10), RT 7, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir.

Ditemui Tribunkaltim.co di rumah duka, Kamis (18/4/2019) sore tadi, Nabila tetap mau berbincang kepada awak media yang menemuinya, walaupun duka masih menyelimutinya.

Gadis yang masih duduk di bangku kelas X SMK ini menceritakan detik-detik ayahnya meninggal dunia.

Pagi tadi, sekitar pukul 06.00 Wita, ayah yang menjadi sandaran hidupnya baru saja tiba di rumah usai bertugas sebagai anggota KPPS TPS 03.

Setelah sehari sebelumnya 17 April berjibaku di TPS.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved