Peringati Hari Kartini, Perempuan Harus bisa Beri Inspirasi

Peringatan Hari Kartini yang digelar puluhan perempuan di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU) perlu dicontoh.

Peringati Hari Kartini, Perempuan Harus bisa Beri Inspirasi
TribunKaltim.Co/Heriani AM
Upacara peringatan hari Kartini di halaman kantor Desa Bangun Mulya, petugas dan peserta merupakan perempuan warga Desa, Minggu (21/4/2019)

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM -Peringatan Hari Kartini yang digelar puluhan perempuan di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU) perlu dicontoh. Pasalanya, mereka mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian kebaya dan dilanjutkan dengan fashion show.

Peringatan Hari Kartini ini sebagai bentuk pengharaan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini saat masa penjajahan, dengan  menyuarakan hak-hak perempuan terkhusus di bidang pendidikan  dan sampai sekarang masih jadi inspiratif bagi kaum hawa.

Upacara dimulai pukul 07.30 Wita  dipimpin Sekretaris Desa Bangun Mulya, Yuni Nurhayati Aka. "Hari ini kita adakan dua acara, pagi upacara bendera lalu dilanjutkan  dengan fashion show. Fashion shownya tidak hanya fashion show biasa, ada lomba tata rias dan peragaan busana. Jadi satu tim terdiri dari 3 orang, satu model dan dua lainnya sebagai tata rias dan penata busana," jelas Ketua panitia, Yuni, Minggu (21/4/2019).

Untuk fashion show, masing-masing RT mengirim satu regu untuk mengikuti lomba. Sedangkan upacara bendera diikuti warga yang ingin terlibat.

"Upacara, semua petugas maupun pesertanya perempuan. Kemarin ada satu mingguan kami persiapan dan itu kita libatkan masyarakat. Poinnya disamping membuat upacara yang khidmat, poin kita adalah semuanya terlibat. Yang awalnya tidak bisa baris, jadi bisa. Yang awalnya menyiapkan regu tidak bisa, jadi bisa," lanjutnya.

Tujuannya, lanjut Yuni agar masyarakat berani tampil di depan umum dan ikut serta dalam berbagai kegiatan.

"Yang penting mereka ikut dulu. Kita bebaskan mau pakai kebaya boleh, gamis boleh. Tujuannya untuk memaksimalkan potensi perempuan di Desa Bangun Mulya. Karena kita skala desa, itu menjadi sebuah hal yang penting ketika pemberdayaan perempuan, partisipasi mereka di publik semakin terbuka," jelasnya.

Menurutnya, dari hal-hal kecil seperti inilah, mereka akan terlibat dalam partisipasi di pemerintahan dan pembangunan, serta ikut menetukan kebijakan.

"Kalau mereka ikut musyawarah desa, maka  sudah ikut menentukan kebijakan, suara-suara mereka akan didengar. Mau usia muda atau tua, ayo kita tampil," tegasnya.

Yuni sebagai pemerintah  desa juga berharap perempuan harus bangga dengan dirinya sendiri dan harus berani mencoba.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: samir paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved