Kebohongan Ratna Sarumpaet

5 Fakta Kesaksian Rocky Gerung: Jengkel Dibohongi Ratna Sarumpaet

Setelah permintaan maaf Ratna kepada publik, Rocky mengaku menerima hujatan dari netizen atau warga net di media sosial.

Tribunnews.com/Fahdi Pahlevi
Rocky Gerung akhirnya memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. 

5 Fakta Kesaksian Rocky Gerung: Jengkel Dibohongi Ratna Sarumpaet hingga Dihujat Netizen

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Rocky Gerung hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019) sebagai saksi sidag kebohongan (hoaks) Ratna Sarumpaet.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dosen filsafat Universitas Indonesia itu dalam persidangan kasus penyebaran berita hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Pada hari yang sama, JPU juga menghadirkan Tompi.

Berikut rangkuman kesaksian Rocky dalam sidang Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

1. Rocky di Gunung Elbrus saat ratna beritahu soal penganiayaan

Kolase Jokosi, Ratna Sarumpaet, dan Prabowo
Kolase Jokosi, Ratna Sarumpaet, dan Prabowo (TRIBUN MEDAN)

Rocky mengaku dikabari Ratna yang mengaku jadi korban pemukulan pada 25 September 2018. Ratna memberi tahu Rocky melalui pesan singkat.

Namun, Rocky belum sempat melihat pesan di ponselnya lantaran masih berada di Gunung Elbrus, Rusia.

“Pada saat itu, saya masih ada di Gunung Elbrus ketinggian 5.200 kaki. Saya belum sempat membuka handphone,” katanya dalam perisdangan.

Dirinya baru membuka pesan di ponselnya tersebut pada 2 Oktober 2018. Dia pun mendapat pesan dari Ratna beserta foto wajah dalam keadaan lebam.

2. Rocky jengkel dibohongi

Rocky Gerung menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Selasa (23/4).
Rocky Gerung menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Selasa (23/4). (Vincentius Jyestha/Tribunnews.com)

Ratna Setelah mengetahui kabar Ratna dianiaya, keesokan harinya, tepatnya tanggal 3 Oktober 2018 Ratna mengaku kepada publik jika dirinya telah berbohong menjadi korban penganiayaan.

Dia mengakui wajah lebamnya bukan karena dipukuli, melainkan habis menjalani operasi sedot lemak wajah.

"Saya jengkel aktivis demokrasi bisa berbohong, jadi saya tagih integritasnya. Saya tekankan, apalagi terhadap pejuang demokrasi, integritas itu harga mati, tetapi dia sudah mengaku ya sudah," ucap Rocky.

Namun dirinya tidak mau ambil pusing terkait bohongnya Ratna.

"Ya tapi kan dia sudah minta maaf, sudah minta maaf ke publik, ya sudah lah kalo sudah minta maaf," katanya. “Tetapi saya tetap jengkel bahwa saat itu saya dibohongi,” lanjutnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved