Garuda Indonesia Disebut Biang Kerok, Pemerintah Akan Intervensi Mahalnya Tiket Penerbangan

mahalnya tiket pesawat dinilai perlu diselesaikan oleh pemerintah karena bisa berdampak kepada melonjaknya laju inflasi.

Garuda Indonesia Disebut Biang Kerok, Pemerintah Akan Intervensi Mahalnya Tiket Penerbangan
INFOPERBANKAN.COM
Ilustrasi - tiket pesawat 

Garuda Indonesia Disebut Biang Kerok, Pemerintah Akan Intervensi Mahalnya Tiket Penerbangan

TRIBUNKALTIM.CO -  Masih mahalnya harga tiket pesawat penerbangan dalam negeri, akhirnya membuat pemerintah memutuskan akan mengintervensi.

Tiket mahal ini terjadi di hamir semua rute penerbangan. Balikpapan-Surabaya misalnya, sebelumnya hanya sekitar Rp 500-600 ribu, kini menjadi Rp 1 juta lebih.

Apalagi saat musim musim liburan maupun lebaran akan menjadi lebih mahal lagi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali meminta bantuan kepada menteri lain agar tarif tiket pesawat segera turun.

 
Kali ini Budi meminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution guna mengintervensi harga tiket pesawat.

Hal itu ia sampaikan dalam rapat koordinator persiapan Ramadan di Kemenko Perekonomian pagi ini, Kamis (25/4).

"Tadi sudah sampaikan dalam rapat, dan Pak Menko sepakat untuk minta bagian dalam hal ini," jelasnya usai rapat seperti dilansir Kontan.id

Menurutnya, terkait masalah tiket Menko Darmin juga memiliki kewenangan untuk ambil alih.

Pasalnya, hingga saat ini keadaan tarif tiket pesawat masih belum kondusif, padahal momen mudik Lebaran sudah dekat.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved