Tangkapan Nelayan Menurun
Hasil tangkapan nelayan Manggar dalam dua bulan terakhir mengalami penurunan drastis.
Menurut Iskandar penurunan hasil tangkapan disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu. Ia mengatakan, cuaca di perairan saat ini terkadang mengalami perubahan yang cepat dan sulit diprediksi. "Terkadang angin dari Barat. Terkadang tiba-tiba dari Selatan," katanya.
Dalam dua bulan terakhir kata Iskandar, tinggi gelombang di sekitar daerah tangkapan nelayan di perairan Balikpapan berkisar antara 2 sampai 4 meter. Nelayan Balikpapan mencari ikan sampai ke Selat Makassar atau lebih dari batas 4 mil laut yang menjadi batas teritorial laut Kota Balikpapan.
Iskandar mengatakan, tinggi gelombang di daerah teritorial Balikpapan relatif berkisar 2 meter. Tinggi gelombang lepas dari 4 mil laut dari garis pantai Kota Balikpapan bisa mencapai 4 meter. "Kami tetap turun melaut, meskipun hasilnya tidak banyak," katanya.
Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan Iskandar membenarkan ada penurunan hasil tangkapan nelayan. Berdasarkan pantauan di tiga TPI di Balikpapan, penurunan diprediksi berkisar sekitar 10 persen dari bulan sebelumnya. "Penurunan paling banyak 10 persen. Memang saat ini cuaca sedang tidak baik. Arus kencang, gelombang juga tinggi," katanya.
Dibandingkan sejumlah daerah yang mayoritas nelayan tidak bisa melaut karena cuaca buruk, Balikpapan katanya masih tergolong daerah aman. "Artinya Balikpapan masih normal. Masih bisa melaut. Tidak seperti daerah lain yang banyak nelayannya tidak bisa melaut," ujarnya.
Ia mengatakan dalam siklus bulanan biasanya ada waktu 6 sampai 10 hari cuaca tidak bersahabat, sehingga tak jarang nelayan mengurungkan niat untuk mencari ikan. Iskandar menambahkan dalam tiga bulan terakhir ini, Balikpapan belum mencapai puncak tangkapan akibat cuaca buruk.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, Balikpapan katanya mencapai puncak tangkapan pada Desember. "Biasanya dimulai Oktober, November dan puncak Desember. Ikan banyak dan melimpah di pasaran. Kepala Pos TPI Baru Tengah Bambang mengatakan jumlah kapal pengangkut ikan yang keluar masuk di TPI Baru Tengah masih normal. Berdasarkan data BMKG Balikpapan yang mereka terima, cuaca di daerah tangkapan nelayan Balikpapan di wilayah Kaltim sampai ke perbatasan Kalsel masih tergolong bersahabat. "Kalau sampai ke daerah Mamuju, nelayan belum berani dalam cuaca saat ini," katanya.
Untuk mengetahui perubahan hasil tangkapan dalam beberapa minggu terakhir, Pos TPI Baru Tengah belum menghitung jumlah kapal yang masuk dan hasil tangkapan di Januari 2011 karena akan dihitung pada akhir bulan. Namun, untuk Desember 2010 diungkapkan, ada 184 armada kapal yang mendaratkan ikan di TPI Baru Tengah dengan total hasil tangkapan 549.105 ton. (asi)