Pemilukada Nunukan

Cabup-Cawabup Prioritaskan Infrastruktur di Perbatasan

Empat pasangan cabup-cawabup Nunukan menyoroti infrastruktur di daerah perbatasan menjadi akar persoalan pembangunan selama ini di kawasan tersebut.

Editor: Fransina Luhukay
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Pasangan nomor urut satu Calon Bupati-Calon Wakil Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid SE-Karel Sompoton mengatakan, minimnya infrastruktur di daerah perbatasan menjadi akar persoalan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.


Karena itu, Asmin Laura berjanji akan meningkatkan infrastruktur di daerah perbatasan dan pedalaman. Selain itu ia juga akan meningkatkan sumber daya manusia di perbatasan. Hal itu disampaikan Laura menjawab pertanyaan Kepala Badan Perbatasan Kaltim Prof Dr Drs Adri Paton MSi yang menjadi panelis pada acara Debat Publik, Sabtu (12/2/2011) di Gedung Amalia Nunukan.


Sementara cabup nomor urut dua Drs Basri menyebutkan, akar masalah di perbatasan yakni tingginya tingkat kesenjangan antara penduduk Indonesia dan Malaysia. Hal ini tidak lepas dari pemimpin di perbatasan yang bobrok moralnya serta rendahnya tingkat SDM di perbatasan. Selain itu rendahnya jiwa nasionalisme di perbatasan yang ditandai dengan kebanggaan terhadap negeri orang lebih banyak. Eksodus warga ke Malaysia juga berangsur-angsur terjadi.


“Adapun pendekatan yang kami lakukan yakni menciptakan sumber daya manusia yang andal dan membuat sumber daya alam kita tidak dicuri. Kita perdalam nasionalisme warga di perbatasan supaya dia bangga dengan NKRI. Sudah menjadi perintah dari atasan untuk menjadikan Nunukan sebagai beranda depan NKRI,” ujarnya pada acara yang dipandu presenter TVRI Bambang Soegito.


Calon Wakil Bupati nomor urut dua Hj Asmah Gani mengatakan, kekayaan alam laut juga perlu mendapatkan perhatian. Sehingga keamanan khususnya di Ambalat harus ditingkatkan.


Calon Bupati nomor urut tiga Faridil Murad mengatakan, persoalan di perbatasan muncul karena belum adanya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Kalau bicara perbatasan tetapi RTRW tidak tuntas, sulit kita bicara pembangunan. Kita harus menuntaskan rencana tata ruang perbatasan sehingga kita tahu pola seperti apa yang dilakukan. Perbatasan ini darat dan laut sehingga kami melakukan tiga pintu gerbang. Pintu gerbang Nunukan sebagai sentral bisnis dan jasa, pintu gerbang di Pulau Sebatik untuk pertanian dan perkebunan juga perikanan. Sementara wilayah tiga potensial untuk pengembangan warga pedalaman karena di sana terletak sumber daya alam,” ujarnya.


Calon Wakil Bupati Nunukan nomor urut empat Ruman Tumbo mengatakan, akar permasalahan di perbatasan masih belum jelas. “Semua menjadi akar permasalahan, dari segela bidang mulai infrastruktur, peningkatan SDM, pendidikan dan kesehatan. Solusi yang kami lakukan yaitu peningkatan ekonomi kerakyatan karena di sana masyarakat dari segi ekonominya masih tertinggal. Ada sekolah tapi tidak ada guru. Kesehatan saya tahu, ada desa yang harusnya ada puskesmas tetapi di sana pustu tidak ada perawatnya,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved