Maulid Nabi Muhammad SAW
Tradisi Cukur Rambut Bayi
Tradisi cukur rambut bayi bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar jamaah Majlis Talim Istiqomah, Kedung Halang, Bogor.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan Humas Pemko Bogor, Selasa sore, disebutkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri Wakil Walikota Bogor Achmad Ruyat, anggota DPR RI dari Partai Demokrat Saeful Anwar, Danrem 061/SK Bogor Kolonel Inf Doni Monardo, dan jajaran Muspida Bogor lainnya, serta sejumlah ulama, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam acara tersebut ada delapan bayi yang rambutnya dicukur. Bayi-bayi tersebut digendong orang tua atau kerabatnya. Prosesi cukur rambut bayi diawali dengan pembacaan zikir, sholawat, dan pembacaan kitab barzanji. Selesai pembacaan kitab barzanji tersebut barulah prosesi cukur rambut dilaksanakan yang diiringi pembacaan marhaba. Seluruh jamaah yang hadir harus mencukur atau memegang kepala bayi.
Pimpinan Majlis Talim Istiqomah KH Tb Adang Abullah mengatakan, tradisi cukur rambut bayi digelar setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan sudah menjadi kebiasaan setiap tahun.
Menurutnya, tradisi merupakan warisan orang tua dulu sehingga harus dihormati dan dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. "Ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah diwariskan oleh orang tua sesepuh dulu," ujar Adang.
Terkait dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Adang mengatakan, ini momentum tepat untuk saling mempererat kebersamaan diantara umat Islam. "Marilah kita bekerja sama untuk saling menghormati dan memberikan toleransi atas keragaman yang ada," ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, Ruyat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama membangun Kota Bogor. "Kami mohon maaf jika selama ini, kami belum bisa memenuhi harapan yang diinginkan masyarakat Kota Bogor," katanya.
Ruyat berjanji, Pemko Bogor akan terus berupaya memperbaiki kekurangan yang ada dan berusaha semaksimal mungkin memenuhi harapan dan keinginan masyarakat Kota Bogor.