Tenggarong

Kayuh Sepeda Jualan Pisang

Muhdawami berjualan pisang untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari

Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Adhinata Kusuma
zoom-inlihat foto Kayuh Sepeda Jualan Pisang
tribunkaltim/rahmat taufiq
Muhdawami berjualan pisang untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari
TRIBUNKALTIM.co.id - Muhdawami (65) mengayuh sepeda bututnya dengan sekuat tenaga. Rintik hujan membasahi kemeja dan celana lusuhnya. Lelaki tua itu membenamkan kepalanya dibalik caping lebar yang dikenakannya.

Persis di sebuah tanjakan Jalan Pesut, Tenggarong, lelaki itu turun dari sadel sepedanya. Dia mendorong sepedanya dengan susah payah karena dia tak kuat lagi mengayuhnya di tanjakan.

Sebuah keranjang plastik berisi beberapa sisir pisang kepok berada di boncengan sepeda.

Tak jauh dari Kantor Kejaksaan Negeri Tenggarong, lelaki tua itu berhenti. Sepeda bututnya dibiarkan di pinggir jalan, sedangkan dia berlari di seberang jalan untuk berteduh dibalik pagar seng. Rintik hujan masih belum reda.

Tak lama sebuah pengendara motor berhenti di samping sepeda bututnya. Lelaki tua kembali berlari kecil menyeberangi jalan dan menghampiri pengendara motor yang hendak membeli pisang kepoknya.

Satu sisir pisang dijualnya Rp 6.000. Muhdawami berjualan pisang untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Sebelumnya, dia berprofesi sebagai petani. Namun, usia yang makin lanjut membuatnya harus beralih untuk berjualan pisang keliling.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved