Rabu, 10 Juni 2026

Kecelakaan Pesawat

Merpati Jatuh Karena Cuaca?

Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan melaporkan, jarak pandang di udara Bandara Utarom, Kaimana, hanyalah 500 meter.

Tayang:
zoom-inlihat foto Merpati Jatuh Karena Cuaca?
kompas.com/Josephus Primus
Logo maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (ilustrasi)
JAKARTA, tribunkaltim.co.id - Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan melaporkan, jarak pandang di udara Bandara Utarom, Kaimana, Papua Barat, Sabtu (7/5/2011) sekitar pukul 14.00 WIT, hanyalah 500 meter. Mungkinkah, cuaca buruk yang menyebabkan pesawat Merpati MA-60 PK MZK dengan nomor penerbangan MZ 8968 rute Sorong-Nabire-Kaimana itu jatuh?

Terlalu dini untuk menjawab. Dibutuhkan penelitian dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hingga berbulan-bulan. Namun boleh jadi, visibilitas yang rendah akibat cuaca buruk memang memicu kecelakaan itu.

Berdasarkan beberapa literatur penerbangan, misalnya, yang diterbitkan Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat, jarak pandang paling minim untuk pendaratan adalah 800 meter. Mengapa pesawat itu tidak divert dari Kaimana? Juga dibutuhkan jawaban pasti.

Sekadar informasi pembanding, kecelakaan yang menimpa Xian MA-60 milik Zest Airways Penerbangan 865 pada 11 Januari 2009, juga disebabkan cuaca buruk. Ketika itu, Xian MA-60 Zest Airways mengalami undershot di landasan pacu 06 saat mendarat di Bandar Udara Godofredo P Ramos, Filipina.

Permasalahannya, berdasarkan Laporan Airport Coorperation Research Program, yang disponsori oleh FAA, ternyata undershot di landasan pacu disebabkan beberapa faktor, tak hanya cuaca.

Dalam urutan pertama kecelakaan undershot atau mendarat sebelum mencapai bandara, ternyata disebabkan prosedur pendaratan yang salah. Kedua, baru disebabkan kondisi cuaca buruk. Ketiga, kesalahan dari penerbangan. Keempat, karena kondisi landasan yang terlalu pendek. Kelima, disebabkan gagalnya sistem pendaratan pesawat. Keenam, adalah disebabkan binatang liar, seperti burung (bird-strike) yang menghambat kerja mesin sehingga pesawat mendarat terlalu dini.

Ketika Xian MA-60 milik Zest Airways Penerbangan 865 mengalami insiden, tercetus di berbagai forum di internet, betapa pesawat buatan China itu tak handal. Namun seorang pecinta pesawat dari London mengatakan, bahwa radar MA-60 malah buatan Rockwell Collins Inc, perusahaan pemasok peralatan penerbangan yang handal.Jadi, KNKT memang harus menguak kebenaran. Mencari jawaban dari pertanyaan demi pertanyaan. Terlebih, Merpati segera mengoperasikan 14 unit lagi MA-60. Jawaban sesungguhnya dinanti, utamanya supaya rakyat negeri ini tak takut terbang dengan MA-60.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved