Banjir di Kukar
Murid SD di Kukar Naik Perahu Sendiri ke Sekolah
Murid-murid perempuan mahir mendayung sendiri perahu kecil buatan ayah mereka.
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Fransina Luhukay
Banjir telah merendam halaman gedung SDN 027 Muara Kaman Ilir, tapi pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di sekolah tersebut berjalan lancar. Empat belas orang murid yang mengikuti ujian tiba di sekolah setengah jam lebih awal sebelum pelaksanaan UASBN dimulai pukul 08.00.
Sebagian besar murid SDN 027 naik perahu sendiri ke sekolah. Bahkan, murid-murid perempuan mahir mendayung sendiri perahu kecil buatan ayah mereka. Mereka mendayung melewati halaman sekolah yang terendam air.
Di depan bangunan sekolah yang berdiri di atas tiang pancang kayu, mereka menyandarkan perahunya. Kebanyakan dari mereka memakai sandal ke sekolah, khawatir sepatunya kecelep air. Sebagian diantara mereka ada yang bertelanjang kaki.
Sementara itu, murid yang tinggal tak jauh dari sekolah nekat berjalan kaki menyusuri geladak kayu dan meniti jembatan yang menghubungkan dengan bangunan sekolah.
Jembatan kayu itu pun sudah tidak tampak permukaannya karena terendam banjir sekitar lima centimeter. "Banjir merendam sekolah kami selama dua pekan. Ketinggian air terus bertambah setiap hari. Nanti malam, kemungkinan air bisa makin tinggi," ujar Basruni, Kepala SDN 027 usai pelaksanaan ujian, Selasa (10/5).
Apabila air masuk ruang kelas, pihak sekolah sudah mengantisipasi dengan memindahkan murid ke bangunan sekolah yang lebih tinggi. Jarak kedua gedung sekolah itu juga sangat berdekatan. "Kami masih memiliki gedung lain yang lebih tinggi. Apabila banjir merendam ruang kelas yang ditempati murid sekarang, maka kami akan segera pindahkan ke gedung sebelah yang lebih tinggi," tutur Basruni.
Dia berharap kepada Pemkab Kukar agar memberikan perhatian khusus kepada gedung SDN 027 yang rawan terkena banjir. "Kami meminta Pemkab melalui Disdik untuk meninggikan sekolah kami sekitar satu meter agar terbebas dari banjir," ucapnya.
Linda, seorang murid SDN 027, mengaku naik perahu sendiri ke sekolah. "Saya bisa mengayuh perahu sendiri. Bapak punya tiga perahu di rumah," katanya. Pagi hari, sekitar pukul 06.00 mereka sudah menyiapkan perahunya. Perahu pun meluncur menuju ke sekolah.
Ketika ditanya apakah soal-soal yang ia kerjakan rumit, Linda mengaku bisa menyelesaikan semua soal lantaran jauh-jauh hari ia sudah mempersiapkan diri, belajar secara rutin dan teratur.
***
RAHMAN, murid lainnya, justru mengaku diantar ayahnya ke sekolah naik perahu. Maklum, perahu itu akan dipakai ayah Rahman untuk menangkap ikan. Baik Linda dan Rahman, keduanya mengaku tidak nyaman melaksanakan ujian dalam kondisi banjir karena rumah mereka juga ikut terendam.
Sementara itu, tiga orang murid SDN 031 Dusun Mangkuliding, Desa Liang Buaya, kemarin terpaksa harus mengungsi di Gedung TK Bina Benua untuk mengikuti ujian karena sekolah mereka juga terendam air akibat banjir.
Mereka bergabung dengan 16 orang murid SDN 012 yang sekolahnya juga terendam air. "Hari ini murid kami mengungsi ke TK Bina Benua untuk mengikuti ujian. Karena ketinggian air terus bertambah sehingga banjir masuk ruangan kelas," kata Syahriansyah, Kepala SDN 031. Sebelumnya, murid kelas 6 SDN 031 belajar dengan menaiki meja yang disusun di atas meja agar mereka terhindar dari banjir yang merendam lantai kelas mereka. (*)