Selasa, 7 April 2026

Catatan Perjalanan CSR ke Muara Wahau (3-habis)

Tingkatkan Kesejahteraan Petani dengan Kemitraan

PT Swaakarsa membangun koperasi, hutan konservasi untuk pelestarian alam, juga rumah baca yang berguna untuk warga.

Editor: Fransina Luhukay
TRIBUNKALTIM.co.id - Tak sekadar membangun perkebunan di tengah masyarakat desa, PT Swakarsa pun turut memberikan kontribusi dengan cara bermitra bersama warga setempat. Mulai dari membangun koperasi, hutan konservasi untuk pelestarian alam, juga rumah baca yang berguna membangun sumberdaya manusia di daerah ini.

Gagal masuk ke dalam Desa Nehas Liah Bing kami akhirnya mengalihkan tujuan ke Desa Dabeq untuk bertemu dengan Parwadi, pemilik kebun kelapa sawit yang sejak 9 tahun lalu telah bermitra dengan PT Swakarsa. Di perjalannan menuju Desa Dabeq, kami sempat bertemu dengan rombongan anak kecil berkeliling menjajakan daging dengan cara ditusuk  yang kami kira awalnya daging payau. Mobil yang ditumpangi Tribun sempat berhenti untuk berbincang-bincang dengan kumpulan bocah tersebut. Ternyata setelah diidentifikasi daging yang dijual merupakan daging babi yang mereka dapatkan di hutan. Satu tusuknya mereka hargai Rp 25 ribu.

Sesampainya di kebun milik Parwadi karena waktu telah menunjukan pukul 13.00. Rombongan memutuskan untuk makan siang di tengah hamparan pohon sawit. Sambil menyantap bekal yang telah dipersiapkan, kami berbincang-bincang dengan sang pemilik kebun yang mengaku dalam sebulan kebunnya seluas 6 hektare bisa menghasilkan kurang lebih 10 ton buah sawit yang bila dirupiahkan mencapai Rp 15 juta rupiah. Setelah dipotong biaya operasional, keuntungannya mencapai Rp 10 juta per bulan.

Setelah beristirahat sejenak kunjungan kemudian dilanjutkan menuju Desa Muara Wahau, kebetulan pada hari itu Koperasi Harapan baru yang terletak di desa tersebut sedang mengadakan panen buah sawit. Koperasi ini sendiri memiliki luas kebun yang mencapai 1.200 hektare dengan 600 KK sebagai anggotanya.

Menurut Sukabudi, sang ketua koperasinya telah lama bermitra dengan PT Swakarsa untuk pengembangan kebunnya, dengan sistem kemitraan ini ia mengklaim kehidupan petani terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan kalau tidak ada bantuan subsidi dari PT Swakarsa ia tak yakin kebun ini ini akan terbangun.

Tujuan terakhir yang menjadi persinggahan kami  adalah hutan konservasi yang dikembangkan PT Swakarsa. Hutan ini meliputi 10 persen dari luas kebun yang dimiliki PT Swakarsa. Di dalam hutan konservasi ini selain  hidup berbagai satwa yang masih berkeliaran juga terdapat sumber mata air alami yang airnya tak pernah kering. Pihak perusahaan juga menggandeng Universitas Gadjah Mada untuk proses reboisasi dan identifikasi tanaman di dalam hutan tersebut.

Dari area hutan konservasi karena hari telah beranjak sore rombongan kemudian kembali lagi ke penginapan untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan selama satu hari penuh.

Malamnya tepat pukul 20.00, perusahaan kembali mengajak para wartawan untuk mengunjungi  rumah belajar Petset Seng Nggeh Blom Wehea di Desa Nehas Liah Bing. Rumah baca ini adalah salah satu tempat belajar yang difasilitasi perusahaan untuk menampung anak-anak dari warga lokal. Di sini selain disediakan  berbagai macam bahan bacaan, anak-anak juga dilatih ketrampilan komputer dan bahasa Inggris. Kebetulan rumah belajar ini lokasinya menjadi satu dengan kantor pengelola hutan Wehea, sehingga tak jarang para relawan-relawan asing yang tinggal di situ ikut serta mengajar anak-anak ini mahir berbahasa Inggris.

Di hari kedua PT Swakarsa selaku tuan rumah kegiatan ini mengundang rombongan wartawan untuk menghadiri pengangkatan dan penyerahan SK asisten diploma III dari lulusan program beasiswa PT Swakarsa yang langsung diterima bekerja di tempat ini. Acara yang digelar di area perkebunan PT Swakarsa  ini juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kutai Timur Akhmadi Badarudin beserta jajaran muspida setempat. Para penerima beasiswa ini sendiri merupakan putra-putri terbaik dari Kecamatan Muara Wahau dan sekitarnya yang berkesempatan mendapat biaya pendidikan gratis di kampus Citara Widya Edukasi Bekasi. Total hari itu ada 29 murid yang menerima SK pengangkatan sebagai tenaga kerja di perkebunan. Ke-29 lulusan ini berasal dari 3 jurusan masing-masing budidaya pertanian, teknologi pertanian dan manajemen logistik.

Menurut Rekso, penerima SK pengangkatan yang hadir  merupakan angkatan pertama dari program besiswa yang dicanangkan PT Swakarsa. Ke depannya program ini akan terus berlanjut bahkan sampai dengan jenjang sarjana.

Acara penyerahan SK ini ternyata merupakan kegiatan terakhir kami di Muara Wahau, lepas dari sini kami segera menuju hotel tempat kami menginap untuk bersiap-siap meninggalkan Muara Wahau sebuah kecamatan yang tengah menggeliat membangun potensi daerah yang sebagian besar dananya berasal dari guyuran CPO. (januar alamijaya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Dilarang Melintas saat Logging

 

Masih Ingat Permainan Kasti?

 

Mencegah Kepunahan Penyu

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved