Pasar Modal
Bursa Kembali Buka Usai Libur Lebaran
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia kembali berlangsung, Senin (5/9/2011) ini.
Sebagai catatan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 8,39 persen pada bulan lalu. IHSG mencatat rekor tertinggi pada 1 Agustus 2011 di level 4193,44 dan ditutup di level 3841,73 pada hari terakhir perdagangan sebelum libur Lebaran, 26 Agustus 2011.
Indeks sempat ditutup menyentuh level terendah 3.735,12 pada 9 Agustus 2011. Jika dibandingkan dengan posisi pada awal tahun ini, IHSG masih tumbuh 3,06 persen. Tingkat price earning ratio (PER) IHSG, menurut catatan BEI, saat ini adalah 12,79x. Indeks biasanya rawan terkoreksi bila PER-nya berada di kisaran 17x.
Dari sisi eksternal, kabar terakhir kurang menguntungkan. Bayang-bayang akan adanya resesi global kembali muncul, khususnya setelah adanya laporan peningkatan jumlah penganggur yang baru dirilis ditakutkan dapat menghidupkan kembali resesi lain di AS, Kamis waktu setempat.
Indeks Dow Jones akhir pekan lalu ditutup melemah 2,2 persen, menghapus kenaikan yang diperoleh empat hari sebelumnya. Namun di sisi lain, investor tetap berharap adanya kebijakan pembelian aset perbankan berupa obligasi pemerintah untuk mempertinggi laju pertumbuhan ekonomi (quantitative easing/QE) di Amerika Serikat menjadi sentimen positif bursa global dan regional, termasuk Indonesia.
Sejumlah analis di Jepang sebagaimana dikutip Associated Press memprediksi, pekan ini pergerakan Indeks Nikkei 225 akan lebih stabil dengan kecenderungan menguat, setelah sepanjang pekan lalu sempat menguat 152,96 poin atau 1,74 persen.
Analis Daiwa Securities, Yumi Nishimura, menyatakan, pasar menunggu pidato Presiden AS Barack Obama, dan harapan adanya stimulus ekonomi AS oleh Bank Central AS pada pertemuan 20-21 September.