Sosok
Hatta Basrie : Pemuda Masih Punya Independensi
Perkenalan Hatta Basrie, Ketua KNPI Kabupaten Berau dalam berorganisasi dimulai sejak ia masih kuliah.
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Adhinata Kusuma
Perkenalan Hatta Basrie, Ketua KNPI Kabupaten Berau dalam berorganisasi dimulai sejak ia masih kuliah. Sebagai seseorang yang dibesarkan dalam tradisi Islam yang kuat, diantara banyak organisasi kepemudaan dan mahasiswa waktu itu, ia lebih memilih bergabung dalam Persatuan Maasiswa Islam Indonesia (PMII).
Alasannya sederhana ia kepingin buah pikirannya tersalurkan melalui koridor-koridor yang memang berlandaskan azas keagamaan.
Hatta sadar sebagi seorang anak muda waktu itu ia punya banyak energi untuk disalurkan dan dikembangkan, tinggal kemudian pilihan kita mau menyalurkan energi tersebut pada sesuatu yang negatif atau pada hal yang bermanfaat bagi diri pribadi maupun banyak orang.
Itu pulalah yang kini menjadi pedoman dirinya dalam mengurusi organisasi kepemudaan sebesar KNPI, Hatta mengetahui tentunya banyak potensi-potensi dari anak-anak muda khususnya di Kabupaten Berau yang bisa dikembangkan demi kemajuan daerah.
Namun tentunya ia juga melihat peran daerah untuk bisa mengakomodir keberadaan mereka juga harus diperhatikan sehingga potensi tersebut bisa secara maksimal dikembangkan dan target sasaran yang dituju bisa berjalan secara beriringan.
Ditambah para pemuda ini, lanjut Hatta relatif masih belum terkontaminasi dalam hal konflik kepentingan, sehingga tentunya ide-ide yang keluar dari diri mereka dalam konteks kemajuan daerah masih berupa ide-ide segar dan visioner tanpa adanya tekanan dari pihak lain.
"Saya tertarik kenapa pemuda perlu diberdayakan karena mereka masih punya independensi dari perkembangan di daerah, punya semangat yang tinggi dan kemudian mereka juga punya cara berpikir yang transformatif dalam upaya membangun daerah," katanya.