Breaking News:

Teaterikal saat Unjuk Rasa

Di Samarinda, "SBY-Boediono" Berdoa di Depan "Mayat"

Selain berorasi secara bergantian, pengunjukrasa juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kegagalan rezim pemerintahan SBY -Boediono.

Di Samarinda,
tribun kaltim/hasbi
Suasana aksi teatrikal memperingati dua tahun pemerintahan Presiden SBY di samarinda, Kamis (20/10/2011).
SAMARINDA,tribunkaltim.co.id - Aksi unjukrasa memperingati dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono hari ini tidak hanya dilakukan di istana negara. Aksi serupa juga terjadi di sejumlah daerah.

Di Kota Samarinda, Kaltim aksi memperingati dua tahun pemerintahan SBY digelar di sejumlah tempat. Diantaranya di simpangan voorvo depan mal Lembuswana, kantor DPRD Kaltim dan kantor Gubernur.

Di Simpangan Voorvo, puluhan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kaltim dan Badan Eksekutif Mahasiswa Unmul menggelar aksi pengunjukrasa.

Selain berorasi secara bergantian, pengunjukrasa juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kegagalan rezim pemerintahan SBY -Boediono.
Aksi teatrikal itu diawali adegan pasangan SBY - Boediono yang "berdoa" di depan "mayat" yang dibalut kain kafan. Setelah itu mayat kemudian diletakkan di depan lokasi tempat mereka beraksi.

Dalam aksinya, pengunjukrasa juga membawa serta atribut organisasi dan spanduk,poster serta selebaran berisi poin-poin kegagalan pemerintahan SBY-Boediono menurut versi mereka.  "Dua tahun sudah pemerintahan SBY-Boediono, namun selama ini tak banyak perubahan yang terjadi di republik ini. Karena itu kegagalan SBY sudah sangat jelas," teriak Surahman, Ketua PD KAMMI Kaltim.

Selain menggelar aksi memperingati dua tahun SBY-Boediono, para mahasiswa juga melakukan pengumpulan dana untuk korban kebakaran di Jalan Pahlawan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved