Selasa, 7 April 2026

Hetifah Cemas Pelaksanaan SEA Games

Anggota Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian Siswanda mencemaskan penyelenggaraan South East Asia (SEA) Games XXVI

Editor: Adhinata Kusuma
zoom-inlihat foto Hetifah Cemas Pelaksanaan SEA Games
IST
Hetifah Sjaifudian
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Anggota Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian Siswanda mencemaskan penyelenggaraan South East Asia (SEA) Games XXVI yang digelar di Jakarta dan Palembang mendatang.

Dalam silaturahmi bersama wartawan, Senin (1/11) di Balikpapan, Hetifah sangsi Indonesia sebagai tuan rumah dapat menorehkan prestasi sebagai juara umum. Pasalnya kata Hetifah, ada yang keliru dengan hulu pengelolaan olahraga di Indonesia.

Hal tersebut diperparah dengan kesiapan fasilitas SEA Games yang belum bisa dimanfaatkan oleh tim tuan rumah. "Seharusnya, kita sebagai tuan rumah, bisa lebih dulu beradaptasi dengan venue. Tapi, venuenya belum selesai. Saya ragu, kita bisa keluar sebagai juara umum. Disisi lain, saya harus optimis dengan kemampuan atlet kita. Walaupun akhirnya kita kalah, kita harus banyak belajar untuk merubah pola pengelolaan olahraga di Indonesia," katanya.

Dikemukakan, pemerintah seharusnya sejak jauh hari mempersiapkan wilayah hulu pengelolaan olahraga. Dia mencontohkan di Cina, pemerintah memiliki konsep matang pengelolaan olahraga. Di negeri tirai bambu itu, pemerintah menyebut olahraga sebagai physical culture, dengan kata lain, pemerintah Cina menjadikan olahraga sebagai budaya.

Selain mengkhawatirkan sukses prestasi SEA Games, anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim ini juga kurang yakin dengan sukses penyelenggaraan Indonesia sebagai tuan rumah. Bukan rahasia umum, sampai saat ini, persiapan fasilitas SEAGames belum seratus persen.

Dia mengatakan, perencanaan penyelenggaraan Sea Games kurang baik, karena 2010, pemerintah belum mengajukan anggaran yang dibutuhkan untuk menjadi tuan rumah. Padahal, pada 2011 Sea games akan digelar. Akibatnya pembangunan seluruh fasilitas penunjang SEA Games dikebut. Alhasil, sebagian venue SEA Games misalnya panjat tebing dan menembak belum rampung. Kondisi tersebut menunjukkan, tata kelola penyelenggaraan SEA Games tidak bisa dibilang sukses.

Belum lagi dengan sukses ekonomi sebagai dampak pelaksanaan SEA Games di Indonesia. Hetifah mengatakan, paramater sukses ekonomi bukan hanya pada 11 hari pelaksanaan SEA Games, tapi pada dampak jangka panjang ekonomi dari kegiatan berskala Asia Tenggara itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved