Menelisik Aksi Pembobolan Rekening Nasabah Bank (3)

Rekening Saya Jadi Tempat Penampungan

Saya "berpatroli" ke beberapa lokasi ATM, mulai dari areal RSPB, PLN/Taman Bekapai, RS Restu Ibu, hingga ke Jl Soekarno-Hatta.


oleh: SJARIFUDDIN HS
Warga Balikpapan, Mantan Wartawan

KEESOKAN harinya, Minggu (30/10), setelah berolahraga pagi sebentar di Lapangan Merdeka, saya "berpatroli" ke beberapa lokasi ATM, berturut-turut mulai dari areal RSPB, PLN/Taman Bekapai, RS Restu Ibu, hingga ke Jl Soekarno-Hatta.

Beberapa meter dari areal Gedung Biru Kaltim Post, di hadapan markas Denzipur-7, saya terkesiap dan sontak menghentikan mobil di seberang jalan.  Di samping bangunan ATM di areal tersebut saya melihat seseorang yang mirip YY. Baju kaus bergaris horizontal hitam-putih dan celana jins belel sebatas lutut, serta sandal putih yang dikenakannya, langsung mengingatkan saya pada sosok YY. Tapi tanpa mengenakan topi seperti saat ia berada di SPBU Sepinggan (he, he, belum sempat ganti baju rupanya).

YY tak sendiri. Ia ditemani seorang pria berkacamata transparan, berbaju merah, bercelana jins, dan tak bertopi. Keduanya tampak bercakap-cakap sambil sesekali tertawa. Saya penasaran, XX belum tampak. Saya melihat ke jam tangan saya, waktu menunjukkan pukul 07.12 Wita.

Silih berganti orang yang masuk ke bilik ATM BCA. Tapi tak lama kemudian, tampak seseorang dengan postur tubuh mirip XX memasuki bilik ATM itu. Lelaki berpostur mirip XX itu berkemeja lengan pendek, bergaris-garis vertikal merah-putih, celana warna gelap, mengenakan kacamata warna cokelat semi-transparan, dan topi hitam. Saya perhatikan dengan cermat cara dia melangkah seperti pengamatan saya di SPBU Sepinggan. Huh, tak salah lagi, bukan mirip, tapi memang XX.

Cukup lama XX berada dalam bilik ATM itu. Saya menduga XX sedang menyiapkan perangkapnya. Ketika tampak seorang wanita berbusana muslimah berwarna kemerahan, berjilbab dan masih mengenakan helm berdiri menunggu giliran di depan bilik ATM itu, XX terlihat keluar dari bilik, lalu berputar sebentar di bangunan ATM itu.

XX kemudian mengetuk pintu, lalu masuk ke bilik ATM yang di dalamnya masih ada wanita berjilbab dan helm tadi. Kemudian XX keluar lagi, tapi tak pergi jauh. XX hanya memutar ke arah belakang bangunan ATM. Tampaknya ia bersembunyi di situ. Saya menduga seperti itu jugalah yang dilakukannya di SPBU Sepinggan kemarin sore. Saya mulai merasa gemas. Geregetan melihat aksi kawanan itu. Pada detik itu terbetik niat untuk menelepon polisi.

Tetapi saya urungkan niat itu, sebab sudah menjadi kebiasaan dalam pekerjaan jurnalistik yang dulu pernah saya tekuni, dalam melakukan investigasi, apa pun yang terjadi, investigasi harus dilanjutkan hingga tuntas, agar segala informasi yang nanti diperoleh dapat tersaji dengan utuh. Dalam hati saya yakin sekaligus berharap, suatu saat kelak polisi akan berhasil meringkus kawanan ini.


Kemudian YY masuk ke bilik ATM, diikuti kawannya yang berbaju merah dan berkacamata. Sialnya, beberapa truk dan bus berjalan lambat di depan saya, sehingga pandangan saya dari seberang jalan ke arah bilik ATM itu terhalang. Sewaktu iring-iringan kendaraan itu telah berlalu dari hadapan saya, tak terlihat lagi kawanan itu.

Saya lantas bergegas memacu mobil ke arah Terminal Bus Batu Ampar, saya menduga mereka pergi ke arah itu. Tetapi saya tak menemukan ketiga kawanan itu.

Masih dengan pandangan yang mencari-cari di sepanjang Jl Pattimura menuju ke arah RSUKD, tiba-tiba telepon saya berdering. Putri bungsu saya meminta untuk segera dijemput dari tempatnya berlatih berenang. Hari itu saya kehilangan jejak mereka.Saya putuskan untuk mendatangi KCU BCA Balikpapan keesokan harinya, Senin (31/10).

Sekitar pukul 09.00 Wita, Senin (31/10), di Counter Informasi KCU BCA Balikpapan, saya memperoleh penjelasan sekaligus print out transaksi dana di rekening saya, mulai hari Sabtu (29/10) hingga hari Minggu (30/10).   

Rupanya setelah mendapatkan kartu ATM yang kandas di mulut card rider itu, pada Sabtu (29/10) malam itu juga, komplotan itu menarik uang dari rekening saya di dua lokasi yang berbeda.

Mula-mula Rp 300.000; lalu Rp 100.000 dari ATM di areal kantor PT Eka Dharma Jaya (Volvo), Jl Jenderal Sudirman. Kemudian  Rp 50.000 dari ATM di areal ruko Bukit Damai Indah, Jl MT Haryono. Para penjahat ini masih "berbaik hati" menyisakan Rp 58.314,99 sebagai saldo tabungan saya.

Lalu pada hari Minggu (31/10), dari rekening seseorang berinisial MH SE, para penjahat ini melakukan transfer sebesar Rp10 juta ke rekening saya melalui mesin ATM BCA di areal Balikpapan Baru (BB 2), dekat lampu merah, Jl MT Haryono. Di lokasi ini terdapat dua mesin ATM BCA dalam satu bilik yang menghadap ke Jl MT Haryono.

Masih di lokasi yang sama, tetapi pada mesin yang berbeda (BB 1), dana Rp 10 juta itu ditarik (withdrawl) dari rekening saya, sebanyak 4 kali berturut-turut, masing-masing Rp 2,5 juta. Berikutnya, penjahat ini kembali ke mesin ATM BCA semula (BB 2) melakukan transfer lagi dari rekening MH SE dana sebanyak Rp 5 juta ke rekening saya.

Tapi dana Rp 5 juta ini ditransfer lagi (switching transfer) ke rekening orang lain (atas nama RHs) pada salah satu bank pemerintah (mengenai RHs ini akan saya ceritakan nanti). Selanjutnya ke rekening saya berturut-turut masuk dana Rp10 juta dari rekening Mmh dan Rp5 juta, masih rekening Mmh melalu mesin ATM BCA di areal SPBU Pertamina, Karang Anyar (Pertamina 2). Kemudian dana sebesar Rp 3,8 juta dari rekening MH SE melalui ATM BCA di areal Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), Jl Jenderal Sudirman.

Dana sebanyak Rp 18,8 juta yang "dititipkan" di rekening saya itu rupanya digunakan untuk berbelanja dan transaksi melalui rekening saya yang dijadikan penampungan itu berakhir pada pendebitan pada salah satu toko di kawasan Klandasan.

Saat berbelanja di toko itu mereka menggunakan kartu ATM milik saya dengan fasilitas Debit BCA (berfungsi layaknya kartu kredit). Arkian, saldo di rekening saya yang Rp 58.314,99 itu kemudian dikenai potongan otomatis sebagai biaya transaksi para penjahat itu sebanyak Rp 5.000. Kesudahannya, saldo saya menjadi Rp 53.314,99 setelah melalui serangkaian transaksi yang terbilang serba cepat itu. (*/bersambung)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved