Di Balik Peristiwa Runtuhnya Jembatan Tenggarong

Saksi Bisu Peradaban

Penyediaan semi superstructure perlu diimbangi mental unggul bagi para stakeholders.

Selama menempuh kuliah di Western Australia, di beberapa kesempatan, saya dan seorang dosen Indonesia yang mengikuti Phd program pada bidang teknik sipil, mengunjungi semi superstructures  Kota Perth dan sekitarnya.

Diantaranya Mitchell freeway, yang membentang dari utara ke Central Business District Kota Perth). Kwinana freeway, yang membentang dari Central Business District Kota Perth ke wilayah selatan). Panjang keseluruhan freeway ini sekitar 108 km dan terdiri 6 jalur dengan rel kereta api yang berada ditengahnya.

Mount Hendry Bridge, jembatan yang menopang Kwinana freeway yang bertingkat dua. Lantai satu untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda. Lantai dua dipergunakan untuk mobil dan kereta api

Stasiun kereta api bawah tanah dipusat Kota Perth yang melayani perjalanan kereta api dari seluruh penjuru daerah di Western Australia.

Kemudian saya bertanya ke dosen ini bahwa apakah bangsa Indonesia bisa membangun semi superstructure seperti ini? Dosen ini menjawab sangat bisa. Namun, menurut dia, penguasaan tekhnologi yang sudah sangat maju seharusnya dibarengi peningkatan kualitas mental para teknokratnya.

Sejarah peradaban manusia memperlihatkan bahwa kemajuan dan keunggulan bangsa-bangsa tidak hanya ditentukan keunggulan fisik dan knowledge namun justru lebih banyak ditentukan oleh keunggulan mental seluruh bangsa. Mental collective seluruh level strata sosial.  

Gubernur Kalimantan Awang Faroek dalam acara Managing Nation, yang disiarkan oleh Metro TV, saat ditanya oleh Tanri Abeng bagaimana menghadapi perubahan kondisi ekonomi-sosial menjawab bahwa penyiapan infrastruktur dan perubahan mindset aparat pemerintah adalah dua hal utama yang segera dilakukan. Ketersediaan infrastruktur yang memadai berbanding lurus dengan kemajuan suatu masyarakat.

Sebagai seorang yang mempelajari tentang perencanaan kota dan wilayah, ketersediaan infrastruktur  dan konektifitas antar wilayah adalah kunci utama kemajuan suatu wilayah. Suatu wilayah, yang mempunyai sumber daya alam yang besar, tidak akan mencapai kemajuan tanpa kedua kunci tersebut.

Perlu ditekankan pula bahwa perubahan mindset seluruh komponen bangsa adalah kerja kolektif dan berkesinambungan. Kerja  yang membutuhkan waktu yang lama. Tidak hanya satu dasawarsa bahkan lebih. Dan juga bukan kerja satu atau dua periodisasi kepala pemerintahan daerah.

Sebelum melangkah maju, rakyat dan pemerintah Kalimantan Timur perlu menata (ulang) kerangka kerja kolektif ini. Penyediaan infrastruktur dan  pendidikan mental unggul adalah kerja simultaneous.

Penyediaan semi superstructure seperti pembangunan kembali Jembatan Mahakam, Jembatan Pulau Balang, proyek freeway Balikpapan - Samarinda dan Pan Borneo Highway perlu diimbangi mental unggul bagi para stakeholders. Sejatinya, semi superstructures ini adalah saksi bisu perkembangan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur. Saksi bisu peradaban bangsa Indonesia dan dunia. (*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved