Berau
Pemerintah Dinilai Lamban Atasi Kelangkaan BBM
Kelangkaan BBM yang terjadi sejak beberapa hari belakangan ini dirasa sudah semakin meresahkan masayarakat.
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Adhinata Kusuma
TANJUNG REDEB, tribunkaltim.co.id - Kelangkaan BBM yang terjadi sejak beberapa hari belakangan ini dirasa sudah semakin meresahkan masayarakat.
Selain antrian yang semakin panjang di tiap-tiap SPBU harga bensin di sejumlah pedagang eceran juga merangkak naik menjadi Rp 10.000 perliternya dari yang mulanya hanya dipatok di angka Rp 6.000.
Banyak kalangan menilai bahwa kelangkaan ini terjadi tak lain karena ulah dari beberapa oknum pengetap yang kerapkali membanjiri SPBU yang ada di Tanjung Redeb setipakali SPBU-SPBU tersebut beroperasi, keberadaan mereka bahkan dinili sudah mengganggu aktivitas masyarakat yang hendak mengisisbahan bakar di tempat pengisian resmi.
Fadli salah satu warga yang dtemui tribun mengatakan semakin merajalelanya ulah para pengetap di SPBU ini tak lain juga atas andil Pemerintah yang dirasa lamban menangani pemsalahan ini, pihak-pihak yang berwenang tersebut menurutnya terkesan membiarakan para pengetap beroperasi di SPBU untuk kemudian menjual haslinya dengan harga tinggi kepada para pengecer.
Hal serupa diungkapakan oleh Ardi yang juga merasa kesal dengan keberadaan para pengetap di SPBU dan lambannya perhatian dari Pemerintah dalam menangani persoalan ini, padahal menurutnya Pemerintah bisa berkaca dari pengalaman-pengalaman terdahulu saat Berau juga dilanda krisis BBM, jangan sampai kemudian kelangkaan ini menadii berlarut larut yang ujung-ujungnya masyarakat kembali yang dirugikan.