Kisruh Demokrat

Pasek: Kerja, Bukan Desak Anas Mundur

Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengingatkan kepada seluruh kader Demokrat agar tidak memperkeruh internal partai.

zoom-inlihat foto Pasek: Kerja, Bukan Desak Anas Mundur
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjalani pemeriksaan oleh Komite Etik KPK, Jakarta, Selasa (16/8/2011). Pemeriksaan itu terkait tudingan Nazaruddin tentang adanya pertemuan antara Anas dengan Pimpinan KPK agar merekayasa kasus korupsi wisma atlet sea games.
JAKARTA, tribunkaltim.co.id- Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengingatkan kepada seluruh kader Demokrat agar tidak memperkeruh internal partai dengan memberikan saran yang mengundang kontroversi.

"Syahwat politik kader Demokrat siapapun harus dikekang dan ditata mengikuti peraturan organisasi dan arahan Ketua Dewan Pembina (Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Pasek melalui pesan singkat, Jumat ( 27/1/2012 ).

Pasek dimintai tanggapan pernyataan Hayono Isman, anggota Dewan Pembina Demokrat bahwa seluruh keputusan mengenai masa depan partai berada di tangan Anas. Hayono meminta agar Anas mempertimbangkan terus menurunnya eleaktabiltitas partai bentukan SBY itu di mata publik sejak pertengahan 2011 .

Menurut Hayono, hasil jajak pendapat terakhir, dukungan publik terhadap Demokrat tersisa 14 persen, di bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Golkar.

Pasek mengatakan, jika penurunan dukungan untuk Demokrat dijadikan alasan mendesak Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Demokrat, seharusnya dijawab dengan berkerja bersama-sama untuk menaikkan dukungan.

"Bukan malah sengaja berdiam diri kemudian ketika benar-benar turun lalu membuat alasan atas nama penyelamatan partai meminta ketua umum mundur," kata Pasek.

Ia mengatakan, sah-sah saja jika kader mengungkapkan gagasan. Namun, kata dia, gagasan itu harus sesuai dengan AD- ART. 

"Pesan SBY sudah jelas, kongres selesai sehingga urusan ketua umum sudah final dan sekarang adalah saatnya bekerja," ujar anggota Komisi II itu.

Seperti diberitakan, Anas terus diserang pascaterungkapnya kasus dugaan korupsi M Nazaruddin, mantan bendahara umum Demokrat. Nazaruddin terus menyebut Anas terlibat berbagai kasus korupsi.
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved