Berau
Nelayan Talisayan Mengaku Kesulitan Solar
Kesulitan mendapatkan solar ini ditenggarai akibat panjangnya antrian yang terjadi di AMPS Talisayan
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Adhinata Kusuma
TANJUNG REDEB, tribunkaltim.co.id - Sudah sekitar 3 bulan ini ratusan nelayan yang beropersasi di sekitar Talisayan dan sekitarnya mengaku kesulitan bahan bakar jenis solar untuk opersional mereka sehar-hari ketika melaut.
Kesulitan mendapatkan solar ini ditenggarai akibat panjangnya antrian yang terjadi di AMPS Talisayan yang merupakan satu-satunya tempat pengisian bahan bakar resmi di wilayah yang digadang-gadang sebagai calon ibukota Kabupaten Berau Pesisir.
Dari pantauan tribunkaltim.co.id, Selasa (7/2.2012) antrian di AMPS tersebut tak jauh beda dengan yang terjadi di SPBU- SPBU yang ada di Ibukota Kabupaten Tanjung Redeb, puluhan kendaraan roda 2 berjejer mengatri mendapatkan BBM di AMPS yang hanya buka sampai pukul 2 setiap harinya.
Antrian kendaaraan itu masih ditambah dengan tumpukan jeriken milik para nelayan didekat pompa pengisisn BBM jenis Solar.
Akram salah seoarag nelayan yang ditemui oleh tribun mengatakan, agar bisa melaut ia harus mengantri selam kurang lebih 3 jam jam di AMPS ini untuk sekedar mendapatkan 4 jerigen solar yang habis dipakainya dalam 2 hari.
Untuk bisa mengantri nelayan seperti Akram dibekail oleh sebuah kartu pengenal yang bisa ditukar dengan kuon untuk mendapatkan BBM jenis Solar maksimal 80 liter seharinya, namun meski sudah mendapatkan kupon tak jarang nelayan seperti Akram harus gigit jari tidak kebagian solar akibat stocknya yang memeng terbatas.
"Ada kartu pengenan dari dinas Perikanan, nanti ketika mau mengantri ditukar kupon yang kemudian dipakai mengisin solarnya di AMPS,"katanya