Bontang
Penculik Anak Rencanakan Aksinya Dua Hari
Layaknya penculik profesional, LS (35) ternyata sudah merencanakan aksinya dua hari sebelum penculikan.
Dalam keterangannya kepada penyidik, LS mengaku sudah merencanakan penculikan terhadap anak mantan majikannya sejak Senin (6/2), dengan mengajak LS turut turut serta membantu aksinya.
"Jadi otak pelaku ini LS, dia yang merencanakan dan mengajak ES untuk menculik J," ujar Kapolres Bontang AKBP Heri Armanto, didampingi Kasubag Humas AKP Jonner Simanjuntak, Kamis (9/2/2012).
Setelah mendapat rekan, LS kemudian melakukan pengintaian langsung ke sekolah. Ia mempelajari dengan seksama jam pulang murid kelas I SD Negeri 003 Berbas Tengah, tempa J sekolah, termasuk jam berapa ibunda J datang menjemput.
Tiba lah saat, pada Rabu (8/2) sekitar pukul 10.30 Wita, LS dan ES melancarkan aksinya dengan memanfaatkan jeda waktu saat J pulang sekolah, dengan waktu ibunya menjemput yang selisih beberapa menit.
Aksi LS berjalan lancar, karena korban sama sekali tidak menaruh curiga mengingat kedua pelaku merupakan bekas tetangganya, bahkan salah satunya yakni LS merupakan bekas pembantu di rumahnya. "Korban nurut aja karena memang sebelumnya sudah kenal, maka saat diajak dia langsung ikut. Apalagi alasannya Ibu J sedang sakit," ungkap Jonner.
Beruntung kasus ini berhasil diungkap oleh jajaran Polres Bontang, hanya berselang 8 setelah kejadian. Drama penculikan J berakhir gagal, sementara dua perempuan setengah baya yang jadi pelakunya kini mendekam di sel tahanan Polres Bontang.
Atas perbuatannya, LS dan ES diancam pasal 330 ayat 2 KUHP, dengan ancaman pidana 7 tahun, serta ancaman pasal 83 UU No 23/2002, tentang Perlindungan Anak, dengan pidana minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.