Breaking News:

Cemburu, Gay di Samarinda Bunuh Pelajar SMP

Kasus pembunuhan yang dilakoni lelaki penyuka sesama jenis atau gay ternyata tidak hanya terjadi di Nganjuk Jawa Timur.

Cemburu, Gay di Samarinda Bunuh Pelajar SMP
Ilustrasi.
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Kasus pembunuhan yang dilakoni lelaki penyuka sesama jenis atau gay ternyata tidak hanya terjadi di Nganjuk Jawa Timur. Namun kejadian serupa juga terjadi di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.

Adam Saputra (13) seorang pelajar kelas 1 SMPN 21 Samarinda tewas mengenaskan dengan tubuhnya sudah jadi tengkorak setelah pada Minggu 5 Februari pekan lalu dibunuh seorang gay bernama Khusnul (38), di rumah kontrakan gay tersebut di RT 08 JL Lumba-Lumba Gang 13 Kelurahan Selili, Kota Samarinda.

Kejadian ini terungkap ketika Suryono orangtua korban melaporlkan kasus ini ke Pos Polisi Mulawaran Kamis (23/2/2012) pukul 21.30 Wita. Saat melaporkan kasus ini orangtua korban membawa serta Khusnul (pelaku) yang baru saja tiba di Samarinda, setelah sebelumnya bersembunyi di Surabaya selama 13 hari, usai membunuh korban 5 Februari lalu. 

Saat tiba di kantor Pos Posmul, pelaku lalu diperiksa dan di interogasi pihak penyidik Polsekta Samarinda Ilir. Awalnya pelaku berkelit dan tidak mau jujur. Bahkan pelaku membuat alibi,seolah-olah korban lari ke Surbaya dengan dia. Padahal kenyataannya tidak. Saat ditanya berulang-ulang, pelaku akhirnya jujur juga dan mengakui semua perbuatannya. 

Kepada polisi, Khusnul mengaku menghabisi nyawa korban usai berhubungan intim (melakukan oral seks) dengannya pada Minggu 5 Februari lalu, sekitar pukul 11.30 siang di rumah kontrakannnya Jl Lumba-Luma Kelurahan Selili. 

"Pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara memukul di bagian belakang leher korban sebanyak lima kali menggunakan kayu balok jenis ulin. Setelah korban dipastikan meninggal, pelaku lalu membuang jasad korban di belakang rumahnya,"kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto Santoso melalui Kapolsekta Samarinda Ilir AKP Feby DB Hutagalung  kepada Tribun, Jumat (24/2/2012).

Usai membunuh korban, pelaku kemudian bergegas ke Surabaya untuk bersembunyi di sana. Pada Kamis siang, pelaku baru balik ke Samarinda. Malamnya, pelaku dibawa orangtua korban ke Pos Polisi Mulawarman untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Alhasil setelah polisi berhasil menginterogasi pelaku, pada Jumat (24/2/2012) sekitar pukul 02.30 Wita dinihari, sejumlah petugas kepolisian langsung  meluncur  ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk mencari jasad korban yang di buang pelaku di belakang rumahnya. Saat tiba TKP, tak lama polisi pun menemukan jasad korban persis dibelakang rumah kediaman pelaku. Saat ditemukan sebagian besar tubuh korban kondisinya sudah jadi tengkorak.

"Jasad korban sudah jadi tengkorak, dan tinggal bagian kakinya saja yang masih utuh. Setelah kami evakuasi kami langsung bawa ke Rumah Sakit Umum A Wahab Sjahranie untuk diotopsi," kata Feby.

Adapun motif dari kasus pembunuhan ini, tambah Feby, pelaku mengaku cemburu karena mengetahui korban yang merupakan kekasihnya, ternyata menjalin hubungan dengan seorang perempuan lain.

"Pelaku mengaku cemburu, karena korban punya pacar seorang perempuan. Pelaku mengaku setiap kali berhubungan intim (oral seks) dengan korban, korban selalu dikasi uang olehnya," terang Feby. 

Atas perbuatannya, pelaku kini ditahan di Mapolresta Samarinda. Pelaku dijerat pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahunj penjara dan melanggar pasal 338 KUHP.
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved