Minggu, 12 April 2026

Sangatta

Warga Bersiap Tinggalkan Tradisi Demi Impian Kesejahteraan

Catatannya keputusan untuk pembebasan lahan warga harus sesuai dengan yang diminta warga.

SANGATTA, tribunkaltim.co.id - Kepala Desa Miang, Kecamatan Sangkulirang, Syafaruddin, mengatakan masyarakat di Pulau Miang Besar, berharap agar proyek Miang Besar Coal Terminal (MBCT) bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Warga pun disebutnya memiliki antusiasme untuk bekerja di perusahaan.


"Sebenarnya warga mendukung saja proyek terminal batu bara tersebut. Catatannya keputusan untuk pembebasan lahan warga harus sesuai dengan yang diminta warga. Hal ini pernah kami sampaikan dalam konsultasi publik yang digelar perusahaan di Pulau Miang Besar," katanya.


Syafaruddin menjelaskan warga meminta perusahaan untuk membebaskan lahan dengan nilai Rp 350 juta per hektare. "Sedangkan perusahaan mau membayar Rp 35 juta per hektare. Mayoritas warga menolak tawaran itu. Hanya ada beberapa warga yang mau menerima karena kebutuhan yang mendesak," katanya.


Ia menjelaskan, dari 120 KK dan 480 jiwa yang menghuni Pulau Miang Besar, mayoritas berprofesi sebagai petani kebun dan nelayan. Dengan adanya rencana proyek MBCT, banyak warga yang berniat meninggalkan profesi "turun-temurunnya" untuk beralih menjadi pegawai MBCT.


"Saat ini sudah belasan yang direkrut menjadi pekerja MBCT. Warga memang berebut ingin masuk," katanya. Sepengetahuannya, salah satu tugas pekerja adalah mengukur kecepatan angin dan arus air pada siang dan malam hari. Hal ini dalam rangkaian penelaahan Amdal.


Lantas apakah keberadaan MBCT tidak mengganggu mata pencaharian warga sebagai nelayan dan petani kebun? "Mungkin ada gangguan 30 persen sampai 40 persen. Namun warga sepertinya ingin lebih sejahtera dengan menjadi pekerja," katanya.


Adapun profesi lama sebagai petani dan nelayan masih bisa untuk dilaksanakan pada hari libur kerja. Syafaruddin menjelaskan, faktor lain yang juga mendorong warga untuk menjadi pekerja adalah besaran pendapatan yang lebih baik, juga komitmen perusahaan untuk memberikan perhatian kepada pekerjanya.


Saat ini pihak PT MBCT telah berkantor di Pulau Miang Besar. Perusahaan mengontrak rumah salah satu warga, yang juga difungsikan sebagai mes pekerja. "Berbagai persiapan Amdal sepertinya sedang dilakukan, seperti perhitungan kecepatan angin dan arus, juga pengeboran beberapa titik di perairan," katanya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun tribunkaltim.co.id, kawasan kepulauan Sangkulirang telah diproyeksikan menjadi area inti program kota ikan atau minapolitan di Kutim. Selain itu akan disinergikan dengan konsep ekowisata. Belum jelas bagaimana nasib program minapolitan tersebut dengan adanya proyek MBCT ini.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved