Sosok
Junaidi Terbiasa Bertugas di Pedalaman dan Perbatasan
Bertugas sebagai PNS di pedalaman dan di perbatasan negara, dilalui lebih dari separuh masa kerjanya.
Bertugas sebagai PNS di pedalaman dan di perbatasan negara, dilalui lebih dari separuh masa kerjanya. Iapun tak pernah mengeluhkan penampatannya yang jauh dari kota.
Pria kelahiran Tarakan, 1 Februari 1964 silam ini dalam pemerintahan Bupati Nunukan Basri dan Wakil Bupati Nunukan Asmah Gani dipercaya memegang amanah sebagai Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BMPD). Iapun harus kembali banyak berurusan dengan warga di desa-desa yang sebagian besar berada di pedalaman dan perbatasan negara.
Suami Hajjah Junianti ini pertama kali bertugas sebagai PNS tahun 1986 silam di Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan. Bertugas di pedalaman biasanya sangat menakutkan bagi para PNS. Namun jika dijalani dengan iklhas, tentu semuanya akan terasa mudah dijalani.
“Di sana sepi, kurang fasilitas tetapi saya tidak melihatnya sebagai hambatan. Karena itu tergantung bagaimana ktia menyesuaikan diri dengan masyarakat. Yang penting kita bagus bergaul dengna masyarakat,” ujarnya.
Lima tahun ia bertugas di pedalaman, Junaidi lalu dipindahkan ke Pulau Sebatik menjabat sebagai Camat Penghubung Kecamatan Nunukan sejak 1992 hingga 1995. Berpindah dari pedalaman ke daerah pantai di perbatasan negara malah semakin mempermudahnya bekerja. “Saya tidak melihatnya sebagai tantangan,” katanya.
“Saya masih ingat kita kerja tanpa sarana penunjang. Tidak ada sepeda motor. Mesin ketik cuma satu. Waktu itu yang penting kita semangat saja bekerja. Syukurnya masyarakat juga menyambut kehadiran kami dengan baik,” ujarnya.
Begitu pembentukan Kabupaten Nunukan, ayah empat anak ini mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan kepala seksi di Dinas Pendidikan Nunukan. Pengalamannya selama menjadi PNS di Kabupaten Bulungan diterapkannya di daerah otonom baru ini.
Tak heran atas ide-idenya mendorong sekolah-sekolah di Nunukan untuk hidup sehat, tahun 2004 Junaidi mendampingi sekolah sehat di Kabupaten Nunukan untuk berangkat ke istana negara untuk menerima penghargaan sebagai peringkat enam sekolah sehat nasional. Sebelumnya Kabupaten Nunukan keluar sebagai peringkat pertama dan mewakili Kaltim ditingkat nasional.
Belum lama bertugas, Junaidi kembali harus dimutasi ke Dinas Kehutanan selanjutnya dipercaya menjabat Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupten Nunukan.
Tak lama setelah itu, ia kembali ditugaskan di perbatasan negara di Kecamatan Sebatik Barat. Bahkan selama setahun pada 2008 hingga 2009, ia sempat merangkap jabatan sebagai Camat Sebatik dan Camat Sebatik Barat sekaligus. Tahun 2009 hingga 2010, Junaidi dipercaya sebagai Camat Sebatik.
“Barangkali mereka tidak menjiwai sebagai PNS. Semangatnya sudah berbeda. Memang ini sangat berkesan karena kita dari kota kemudian bertugas di pedalaman, di perbatasan. Jadi segala sesuatunya kita harus menyesuaikan diri, harus banyak belajar,” ujarnya.