Sangatta
Ada Doa Politik di MTQ Kutai Timur
"Sebenarnya tidak tepat disampaikan di. MTQ. Ini momen musabaqah, bukan momen politik. Jangan merusak MTQ dengan wacana seperti itu"
Sebanyak
1.165 peserta dan official dari 18 kecamatan akan berkompetisi dalam
belasan cabang lomba hingga penutupan acara yang dijadwalkan 4 Maret
mendatang. Semangat utama yang diusung adalah penguatan syiar dan dakwah
Islam. Dana kegiatan berasal dari Anggaran LPTQ Kutim yang berasal dari
dana hibah Pemkab Kutim tahun 2011.
Namun yang menarik perhatian
peserta justru adalah doa yang disampaikan Ketua Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kutim, H Sobirin Bagus. Pasalnya dalam salah satu bagian
doa terselip kalimat yang bernuansa politik.
Awalnya doa
berlangsung khidmad dengan berbagai nuansa spiritualitas yang tinggi.
Namun pada bagian pertengahan, Sobirin menyampaikan sebuah kalimat yang
dinilai beberapa warga sebagai doa politik.
Pada kalimat doa
tersebut dituturkan bahwa pada bulan November 2013 mendatang akan
digelar pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur.
Sobirin kemudian memanjatkan doa agar Yang Maha Kuasa memberikan
kesempatan kepada putera terbaik Kutai Timur untuk memimpin provinsi
Kalimantan Timur.
Lantas kalimat tersebut diikuti kata "Aamiin"
yang lebih keras dari rata-rata, bahkan sebagian peserta MTQ bertepuk
tangan. Tak ayal setelah sesi doa selesai, sebagian peserta
berbisik-bisik mengapa bisa ada doa bernuansa politis di tengah acara
keagamaan yang khidmad.
Salah satu warga menilai kalimat doa
seperti itu tidak tepat disampaikan dalam momen MTQ. "Sebenarnya tidak
tepat disampaikan di. MTQ. Ini momen musabaqah, bukan momen politik.
Jangan merusak MTQ dengan wacana seperti itu," katanya.
Terlebih
spirit MTQ adalah spirit dakwah, syiar agama, sekaligus ajang
silaturahmi. "Seharusnya doa dalam kegiatan MTQ jangan dicampurbaurkan
dengan politik. Hal itu bisa menciderai," katanya.