Rabu, 10 Juni 2026

Sangatta

Ada Doa Politik di MTQ Kutai Timur

"Sebenarnya tidak tepat disampaikan di. MTQ. Ini momen musabaqah, bukan momen politik. Jangan merusak MTQ dengan wacana seperti itu"

Tayang:
SANGATTA, tribunkaltim.co.id- Ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 8 Tingkat Kabupaten Kutai Timur resmi dibuka Selasa (28/2/2012) malam di Islamic Center Bukit Pelangi. Pembukaan dilaksanakan oleh Bupati Kutim, Isran Noor.


Sebanyak 1.165 peserta dan official dari 18 kecamatan akan berkompetisi dalam belasan cabang lomba hingga penutupan acara yang dijadwalkan 4 Maret mendatang. Semangat utama yang diusung adalah penguatan syiar dan dakwah Islam. Dana kegiatan berasal dari Anggaran LPTQ Kutim yang berasal dari dana hibah Pemkab Kutim tahun 2011.


Namun yang menarik perhatian peserta justru adalah doa yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutim, H Sobirin Bagus. Pasalnya dalam salah satu bagian doa terselip kalimat yang bernuansa politik.


Awalnya doa berlangsung khidmad dengan berbagai nuansa spiritualitas yang tinggi. Namun pada bagian pertengahan, Sobirin menyampaikan sebuah kalimat yang dinilai beberapa warga sebagai doa politik.


Pada kalimat doa tersebut dituturkan  bahwa pada bulan November 2013 mendatang akan digelar pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur. Sobirin kemudian memanjatkan doa agar Yang Maha Kuasa memberikan kesempatan kepada putera terbaik Kutai Timur untuk memimpin provinsi Kalimantan Timur.


Lantas kalimat tersebut diikuti kata "Aamiin" yang lebih keras dari rata-rata, bahkan sebagian peserta MTQ bertepuk tangan. Tak ayal setelah sesi doa selesai, sebagian peserta berbisik-bisik mengapa bisa ada doa bernuansa politis di tengah acara keagamaan yang khidmad.


Salah satu warga menilai kalimat doa seperti itu tidak tepat disampaikan dalam momen MTQ. "Sebenarnya tidak tepat disampaikan di. MTQ. Ini momen musabaqah, bukan momen politik. Jangan merusak MTQ dengan wacana seperti itu," katanya.


Terlebih spirit MTQ adalah spirit dakwah, syiar agama, sekaligus ajang silaturahmi. "Seharusnya doa dalam kegiatan MTQ jangan dicampurbaurkan dengan politik. Hal itu bisa menciderai," katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved