Polewali Mandar
Heboh, Semburan Gas di Tengah Permukiman
"Istri saya memanfaatkannya sebagai bahan bakar untuk memasak apa saja keperluan dapur dan ini sangat membantu
Semburan gas bercampur api
pertama kali muncul di lahan milik Rasimin. Namun, kini, sedikitnya ada
delapan titik api yang ditemukan warga menyembur di sekitar lokasi
tersebut.
Awalnya warga khawatir jika semburan itu akan
membahayakan warga. Pasalnya, warga menduga sumber gas yang mengandung
api ini tersebar luas di sekitar lokasi meski belum muncul ke permukaan.
Namun, belakangan, gas yang terus mengembuskan hawa panas ini mulai
dimanfaatkan warga untuk keperluan dapur, antara lain memasak nasi,
memasak air, seperti pemandangan yang terlihat pada Jumat (3/2/2012).
Hawa panas api yang muncul secara alami di tengah permukiman penduduk ini bahkan dipercaya bersuhu lebih panas daripada elpiji yang kini langka di Polewali. Dengan memasak kebutuhan air atau nasi di atas semburan gas ini, makanan masak lebih cepat. Hal ini telah diuji oleh warga setempat.
Rasimin mengatakan, sejak gas alam ini muncul di
tanah miliknya, istrinya jarang masak menggunakan minyak tanah ataupun
elpiji. Hampir seluruh kebutuhan dapurnya dilakukan di lokasi ini.
"Istri saya memanfaatkannya sebagai bahan bakar untuk memasak apa saja
keperluan dapur dan ini sangat membantu di tengah kesulitan warga
mendapatkan elpiji dan minyak tanah yang mahal," tutur Rasimin.
Kepala
Dusun Gernas Mahyuddin mengatakan, meski gas alam yang muncul di tengah
permukiman penduduk ini sudah lama diketahui warga, tetapi belum ada
penelitian instansi terkait asal usul gas.