Polewali Mandar

Heboh, Semburan Gas di Tengah Permukiman

"Istri saya memanfaatkannya sebagai bahan bakar untuk memasak apa saja keperluan dapur dan ini sangat membantu

zoom-inlihat foto Heboh, Semburan Gas di Tengah Permukiman
KOMPAS.com/Junaedi
Semburan gas bercampur api yang muncul di tengah pemukiman penduduk di Kelurahan Madatte, Polewali Mandar dimanfaatkan warga sebagai sumber bahan bakar untuk memasak.
POLEWALI MANDAR, tribunkaltim.co.id - Semburan gas bercampur api muncul di sejumlah titik di tengah permukiman penduduk di Dusun Gernas, Kelurahan Madatte, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Semburan ini sudah ditemukan warga sejak enam bulan lalu, tetapi baru beberapa hari belakangan publik mengetahui kabar tersebut melalui pemberitaan media.


Semburan gas bercampur api pertama kali muncul di lahan milik Rasimin. Namun, kini, sedikitnya ada delapan titik api yang ditemukan warga menyembur di sekitar lokasi tersebut.


Awalnya warga khawatir jika semburan itu akan membahayakan warga. Pasalnya, warga menduga sumber gas yang mengandung api ini tersebar luas di sekitar lokasi meski belum muncul ke permukaan. Namun, belakangan, gas yang terus mengembuskan hawa panas ini mulai dimanfaatkan warga untuk keperluan dapur, antara lain memasak nasi, memasak air, seperti pemandangan yang terlihat pada Jumat (3/2/2012).

Hawa panas api yang muncul secara alami di tengah permukiman penduduk ini bahkan dipercaya bersuhu lebih panas daripada elpiji yang kini langka di Polewali. Dengan memasak kebutuhan air atau nasi di atas semburan gas ini, makanan masak lebih cepat. Hal ini telah diuji oleh warga setempat.

Rasimin mengatakan, sejak gas alam ini muncul di tanah miliknya, istrinya jarang masak menggunakan minyak tanah ataupun elpiji. Hampir seluruh kebutuhan dapurnya dilakukan di lokasi ini. "Istri saya memanfaatkannya sebagai bahan bakar untuk memasak apa saja keperluan dapur dan ini sangat membantu di tengah kesulitan warga mendapatkan elpiji dan minyak tanah yang mahal," tutur Rasimin.


Kepala Dusun Gernas Mahyuddin mengatakan, meski gas alam yang muncul di tengah permukiman penduduk ini sudah lama diketahui warga, tetapi belum ada penelitian instansi terkait asal usul gas.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved