BERAU
Belum Resmi, Harga Premium Eceran Sudah Naik
Menjelang kenaikan BBM bersubsisdi, masyarakat di Kabupaten Berau mulai merasakan dampakanya.
Penulis: Januar Alamijaya |
TANJUNG REDEB, tribunkaltim.co.id- Kurang lebih 2 pekan menjelang kenaikan BBM bersubsisdi yang akan dilakukan oleh Pemerintah pada awal april nanti, masyarakat di Kabupaten Berau mulai merasakan dampakanya.
Meski belum secara resmi diumumkan oleh Pemerintah terkait dengan kenaikan ini, namun sejumlah pengecer yang beroperasi di jalan jalan utama di wilayah Tanjung Redeb mulai menaikan harga jual premium di kiosnya masing-masing.
Beberapa waktu sebelumnya harga premiun yang dijajakan oleh pedagang bensin eceran yang menjamur sejak kelangkaan BBM terjadi di Kabupaten Berau ini masih dipatok seharga Rp 6000 per satu botolnya dengan jumlah takaran kurang lebih 1 liter.
Kenaikan harga di tingkat pengecer ini tentu saja dikeluhkan oleh masyarakat selaku pengguna langsung dari komoditas ini karena mereka menilai hal tersbut terjadi akibat permainan dari para oknum spekulan yang sengaja menjual dengan harga tinggi memanfaatkan momen-momen menjelang keniakan BBM.
Hardi salah seorang konsumen mengatakan saat ini sudah tak ada lagi penjual eceran yang melepas BBM dengan harag Rp 6000 perliternya, karena semuanya tampaknya telah beresepakat menjual seharaga Rp 800.
Sebagai contoh untuk 1 jerigen berisi 20 liter biasnya di beli dengan harag Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu, kini pengetap melepasnya dengan harga Rp 170 ribu hingga RP 180 ribu.
Konsdisi demikina lanjutnya masih ditambah lagi dengan jumlah barang yang terbatas karena semakin panjangnya antrian yang terjadi di tiap SPBU.