Bontang

Satu Keluarga Tewas Digilas Avansa

Jalan poros Bontang-Sangatta, kembali menelan korban

Editor: Adhinata Kusuma
zoom-inlihat foto Satu Keluarga Tewas Digilas Avansa
tribun kaltim/udin dohang
Keluarga mendiang Abdul Rauf menyelimuti jenasah Atar, anak bungsu Abdul Rauf yang tewas bersama istri dan anaknya pada tabrakan maut di KM 18 jalan poros Sanggata-Bontang Kamis (19/04).
BONTANG, tribunkaltim.co.id  - Jalan poros Bontang-Sangatta, kembali menelan korban. Abdul Rauf 43, warga jalan kapal layar, RT 24, Kampung Mandar Loktuan Bontang Utara, tewas digilas mobil Avansa, bersama istrinya Jumiati 38, dan anak bungsunya, Atar 3 tahun, Kamis (19/4/2012).

Rauf dan keluarganya tewas seketika, saat motor Honda Revo yang dikendarainya menuju Sangatta, 'adu kambing' dengan mobil Avansa warna silver, di Kilometer 18 jalan poros Bontang-Sangatta.

Informasi yang dihimpun Tribun, tabrakan maut yang menelan 3 korban jiwa, terjadi sekitar pukul 11.00 Wita, tidak jauh Kantor Kecamatan Teluk Pandan Kutai Timur.  Saat itu, korban yang mengendarai motor Honda Revo KT 2942 DU, dari arah Bontang menuju Sangatta, mencoba menghindari jalan berlubang.

Namun naas, dari arah berlawanan tiba-tiba muncul mobil Avansa Silver KT 1789 RS, yang dikemudikan Ismail Marjuki 27, warga Sangatta.

Akibatnya fatal, motor milik Rauf ringsek digilas Avansa. Rauf bersama istri dan anaknya terpelanting ke atas kap mobil. Atar 3 tahun anak bungsu Rauf, langsung tewas di TKP (tempat kejadian perkara), sementara Ibu dan ayahnya meregang nyawa saat perjalanan menuju ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Taman Husada Bontang.

Pantauan langsung Tribun di ruang jenasah RSUD Bontang, tampak dipenuhi keluarga korban. Mereka menarik histeris, memandangi jenasah Abdul Rauf, bersama istri dan seorang anaknya  sudah membujur kaku dibungkus selimut.

Terpisah, Kapolres Kutim, AKBP Budi Santoso, didampingi Kepala Polisi Sub Sektor, Teluk Pandan, Aipda Suyamto saat ditemui membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami tambrakan maut tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi mata, termasuk sopir dan penumpang Avansa yang menewaskan 3 korban jiwa. "Sementara sopir Avansa itu masih kami amankan. Kondisinya masih shock jadi belum bisa dimintai keterangan," ujar Aipda Suyamto.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved