Hari Buruh
"May Day" Damai, Presiden Beri Apresiasi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan apresiasi kepada semua elemen buruh yang turun ke jalan karena berlangsung damai.
Unjuk rasa yang dilakukan buruh, di antaranya, menuntut kenaikan upah minimum regional (UMR) dan penghapusan outsourcing, berjalan damai. Menurut Presiden, hal ini dapat menjadi contoh praktik terbaik sebuah demokrasi yang dibagun dari arus bawah.
"Hari ini kita semua menerima hadiah yang sangat istimewa dari buruh. Pengerahan masa tidak identik dengan rusuh dan kekerasan. Kita juga mendapat pesan yang sangat jelas bahwa buruh dapat menjadi model bagi tegaknya 2 hal, kebebasan dan ketertiban umum.
Buruh telah membuktikan bahwa keduanya dapat bersanding," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa kepada para wartawan, Selasa.
Daniel mengatakan, Kepala Negara menganggap tertibnya unjuk rasa pada Hari Buruh Internasional adalah buah manis yang dipetik dari peprkembangan demokrasi. Daniel juga mengatakan, seluruh komponen bangsa, termasuk elit politik, patut mencontoh apa yang diperlihatkan buruh pada hari ini.
Unjuk rasa dilakukan puluhan ribu buruh terpusat, di antaranya, di Istana Negara, Bundaran Hotel Indonesia, DPR, dan Bandara Soekarno-Hatta.
Terkait hal ini, Polri menyiapkan dua pertiga dari kekuatan setiap satuan wilayah, seperti polda dan polres. Mabes Polri juga menyiapkan 20 satuan setingkat kompi (SSK) anggota Brimob.
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya menyiapkan 14 SSK anggota Brimob, Sabhara 7 SSK, anggota Polres 6.000 personel, dan anggota TNI sebanyak 15 SSK.