Breaking News:

Puluhan Guru di Samarinda Ikuti Diklat Standarisasi Guru Al-Quran

Diklat standarisasi mengajar Al Quran dengan metode tilawati ini berlangsung sejak Jumat 8 Juni hingga Minggu (10/6).

SAMARINDA,tribunkaltim.co.id - Puluhan guru agama dari PAUD,TK, SD dan SMP di Kota Samarinda mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) standarisasi guru Al-Quran metode tilawati bersama Pondok Pesantren Al-Quran Nurul Falah Surabaya di Masjid Alma'ruf, Voorfo Samarinda, Minggu (10/6/2012).

Diklat standarisasi mengajar Al Quran dengan metode tilawati ini berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat 8 Juni hingga Minggu (10/6) hari ini.

Ketua Panitia Diklat, Wahyu mengatakan, Diklat standarisasi mengajar Al Quran kali ini merupakan yang ke 12 kali digelar di Samarinda dan diikuti 77 peserta dari guru agama.

"Diklat ini bertujuan untuk memberi kemudahan bagi guru atau ustad-ustadzah dalam menularkan ilmunya dengan menggunakan metode mengajar Al Quran tilawati kepada santri atau siswanya, khususnya ilmu membaca Al Quran dengan benar," kata Wahyu saat ditemui tribunkaltim.co.id di sela-sela diklat.

Dalam mengajar Al Quran, kata Wahyu,  memang terdapat berbagai macam metode yang digunakan, tapi dengan menggunakan metode tilawati setidaknya lebih mempermudah dan mempercepat bagi anak-anak untuk bisa membaca Al Quran dengan tajwid yang benar dan memahami jenis-jenis lagu-lagu tilawah.

"Dalam metode tilawati ada target yang jelas. Misalnya anak yang belum bisa baca Al Quran bisa di didik dengan metode tilawati selama tiga tahun saja, itu sudah bisa membaca dan melantunkan Al Quran dengan baik dan benar serta sudah bisa khatam," ungkapnya.

Agusalim Abas, Ketua Cabang Tilawati Samarinda menambahkan, sejumlah materi yang diberikan kepada peserta diklat diantaranya, pengenalan tentang lagu ros, pemahaman tentang gorip muskilat, teknik munaqosah (cara menguji/mengevaluasi kenaikan jilid), dan strategi mengajar/mengelola kelas serta micro teaching. "Adapun totur dalam diklat ini adalah dari Pondok Pesantren Nurul Falah Surabaya," katanya.

Menurut Agusalim Abas, kegiatan diklat ini merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi Pondok Pesantren Nurul Falah dalam upaya meningkatkan kualitas guru agama khususnya guru ngaji. "Pengalaman yang ada, kualitas dari guru-guru agama (khusunya guru ngaji) di daerah masih banyak yang belum memenuhi standar, sehingga kami tergerak dan punya kepedulian atas hal ini," tandas Agusalim. (*)

Editor: Fransina Luhukay
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved