Samarinda

BSE Harus Segera Direalisasikan

langkah yang harus diambil disdik menurutnya adalah menentukan sekolah- sekolah yang menjadi pilot project terkait wifi ini

Penulis: Doan E Pardede |

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id
- DPRD Kota Samarinda berharap agar Memorandum of Understanding (MoU) yang baru saja ditandatangani Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda terkait pemasangan 500 titi wifi bukan hanya sebatas kegiatan seremonial tanpa aksi.


Sarana wifi tadi, tentunya akan sangat mendukung untuk merealisasikan Buku Sekolah Elektronik (BSE) di Samarinda. Demikian dikatakan Nursobah, anggota Komisi IV DPRD Samarinda kepada tribunkaltim.co.id, Minggu (29/7/2012).


Menurutnya, sebelum titik wifi tadi ditempatkan di sekolah-sekolah maka infrastruktur juga harus mendukung.


"Infrastruktur memang harus didahulukan sebelum yang lain. Khususnya untuk ICT (Teknologi Informasi dan Perhubungan) atau internet. DPRD mendorong agar Telkom dan disdik yang sudah bekerjasama merealisasikannya segera," kata Nursobah.


Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap agar MoU ini juga diikuti provider lainnya. Tentunya, dengan semakin banyak titik wifi, kesempatan mengunduh BSE juga akan semakin terbuka lebar.


"Kita tahu, buku adalah kebutuhan. Internet sekarang sebuah juga menjadi sebuah keharusan. Maka harus didorong terus realisasinya. Berinternet akan mempercepat kecerdasan anak di sekolah. DPRD intinya mendorong semua ini segera direalisasikan," katanya.


Setelah MoU ini, langkah yang harus diambil disdik menurutnya adalah menentukan sekolah- sekolah yang menjadi pilot project terkait wifi ini. Dan, selanjutnya dilanjutkan ke sekolah- sekolah lainnya secara bertahap dengan target-target yang jelas setiap bulannya.


"Setelah MoU, DPRD mengusulkan dibuat pilot project di beberapa sekolah SD, SMP dan SMA/SMK. Masa 6 bulan bisa menjadi masa uji coba pada sekolah yang ditergetkan dari 500 titik. Bulan pertama misalnya, ditarget berapa sekolah sudah bisa mengakses 400 buku sekolah elektronik yang lisesnsinya telah dibeli mendikbud," katanya.


Ditegaskannya, disdik harus serius menggarap keseluruhan program kerja dinas ini dan tidak terjebak pada wacana perebutan kursi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Samarinda.


"Seluruh tim di disdik harus serius dengan beberapa masalah seperti figur kepala dinas, kepala sekolah, pengelolaan dana pendidikan dan insentif, peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan yang kompetetif. DPRD berharap seluruh sektor ini bisa diselesaikan secara sistematis dan penuh keinginan dari semua pihak dan bukan segelintir orang," tandasnya.


Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda yang terpilih nantinya mengemban banyak tugas penting yang harus dilaksanakan. Karena masalah pendidikan saat iuni menjadi sorotan banyak pihak. Terutama implementasi sekolah gratis yang selama ini didengungkan masih jauh dari harapan masyarakat.  


"Tahun ini menjadi penting karena masih minimya figur kadisdik menjadi sorotan. Semua pihak harus sadar dan realistis dengan masalah pendidikan di Samarinda. Seakarang saatnya Samarinda berbenah dengn sistem pendidikan dan tetap mendorong terwujudnya Samarinda bebas wifi dengan kerjasama yang terus dijalin dengan semua provider telekomunikasi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved