Samarinda
3 Kali Dicoba Server UKG ke Pusat Tak Tersambung
Ujian ini dilaksanakan dari tanggal 30 Juli hingga 12 Agustus mendatang.
Penulis: Doan E Pardede |
Untuk Samarinda, diikuti 1.553 guru setingkat SD dan TK, 888 guru setingkat SMP dan 446 guru setingkat SMA.
Menurut
M Yahya, salah satu teknisi sekaligus guru Multimedia di SMKN 1
Samarinda, tak ubahnya seperti daerah lain, sebelum ujian dimulai,
pihaknya juga mengalami kendala tidak terkoneksinya hubungan dengan
server pusat. Pada saat awal itu, tim SMKN 1 secara bulat-bulat
mengikuti panduan pusat. Padahal menurutnya, panduan pusat terlalu kaku
dan tidak fleksibel terhadap kemungkinan yang terjadi lapangan.
"Diawal-awal
kita mengikuti sesuai panduan. Panduan itu sebenarnya terlalu kaku,
tidak memberikan kemungkinan jika salah atau tidak terhubung. Kita
sebagai teknisi mencoba trial and error saja, mencoba kreatif. Kita
sampai 3 kali salah seperti daerah lain. Kita melihat, itu karena
mereka mengikuti panduan instalasi dari pusat bulat-bulat. Padahal,
penjelasan disitu kurang fleksibel. Kalau benar-benar mengikuti itu
pasti akan gagal, " kata M Yahya, di sela-sela UKG di SMKN 1 Samarinda,
Rabu (1/8/2012).
Untuk peserta menurutnya tidak ada masalah.
Hanya masih terdapat sekitar 10 persen dari total peserta di tingkat SMP
yang masih canggung menggunakan mouse komputer.
"Kesulitan dari peserta tidak ada. Paling untuk yang belum mengenal teknologi informasi sulit untuk memainkan mouse," katanya.
Sementara
itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Erham Yusuf mengatakan
bahwatujuan UKG adalah untuk pemetaan, bukan kelulusan atau berkaitan
dengan pembayaran tunjangan profesi guru. Untuk menilai dari segi
tuntutan profesi sebagai guru, seperti kemampuan membuat perangkat
Kegiatan Belajat Mengajar (KBM).
"Dari hasil uji komptensi, akan
terlihat apa yang akan kita lakukan terhadap guru-guru ini. Dari hasil
akan terlihat sisi lemah dari masing masing personal. Semua guru tidak
memiliki potensi yang sama. Dari sisi yang lemah ini akan diberikan
perbaikan-perbaikan. Nanti, setelah mengikuti UKG akan mengikuti PKB.
PKB nanti disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi. Misalnya,
masalah pengembangan diri," katanya.