Samarinda

3 Kali Dicoba Server UKG ke Pusat Tak Tersambung

Ujian ini dilaksanakan dari tanggal 30 Juli hingga 12 Agustus mendatang.

Penulis: Doan E Pardede |
zoom-inlihat foto 3 Kali Dicoba Server UKG ke Pusat Tak Tersambung
doan pardede/tribun kaltim
Suasana uji koampetensi guru secara online di Samarinda mengalami gangguan karena terkendala koneksi internet, Rabu (1/8/2012).
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Persoalan tidak terkoneksinya jaringan internet ternyata juga menjadi hambatan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) secara online tahun 2012 di Samarinda. Namun, hal ini tidak mempengaruhi proses Uji Kompetensi Guru (UKG) secara keseluruhan karena petugas berani bereksperimen melakukan diluar petunjuk yang diberikan dalam pelatihan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.Ujian ini dilaksanakan dari tanggal 30 Juli hingga 12 Agustus mendatang.


Untuk Samarinda, diikuti 1.553 guru setingkat SD dan TK, 888 guru setingkat SMP dan 446 guru setingkat SMA.


Menurut M Yahya, salah satu teknisi sekaligus guru Multimedia di SMKN 1 Samarinda, tak ubahnya seperti daerah lain, sebelum ujian dimulai, pihaknya juga mengalami kendala tidak terkoneksinya hubungan dengan server pusat. Pada saat awal itu, tim SMKN 1 secara bulat-bulat mengikuti panduan pusat. Padahal menurutnya, panduan pusat terlalu kaku dan tidak fleksibel terhadap kemungkinan yang terjadi lapangan.


"Diawal-awal kita mengikuti sesuai panduan. Panduan itu sebenarnya terlalu kaku, tidak memberikan kemungkinan jika salah atau tidak terhubung. Kita sebagai teknisi mencoba trial and error saja, mencoba kreatif. Kita sampai 3 kali salah seperti daerah lain. Kita melihat, itu karena  mereka mengikuti panduan instalasi dari pusat bulat-bulat. Padahal, penjelasan disitu kurang fleksibel. Kalau benar-benar mengikuti itu pasti akan gagal, " kata M Yahya, di sela-sela UKG di SMKN 1 Samarinda, Rabu (1/8/2012).


Untuk peserta menurutnya tidak ada masalah. Hanya masih terdapat sekitar 10 persen dari total peserta di tingkat SMP yang masih canggung menggunakan mouse komputer.


"Kesulitan dari peserta tidak ada. Paling  untuk yang belum mengenal teknologi informasi sulit untuk memainkan mouse," katanya.


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Erham Yusuf mengatakan bahwatujuan UKG adalah untuk pemetaan, bukan kelulusan atau berkaitan dengan pembayaran tunjangan profesi guru. Untuk menilai dari segi tuntutan profesi sebagai guru, seperti kemampuan membuat perangkat Kegiatan Belajat Mengajar (KBM).


"Dari hasil uji komptensi, akan terlihat apa yang akan kita lakukan terhadap guru-guru ini. Dari hasil akan terlihat sisi lemah dari masing masing personal. Semua guru tidak memiliki potensi yang sama. Dari sisi yang lemah ini akan diberikan perbaikan-perbaikan. Nanti, setelah mengikuti UKG akan mengikuti PKB. PKB nanti disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi. Misalnya, masalah pengembangan diri," katanya. 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved