Tarakan

148 Guru Terlambat Masuk Kerja Pasca-Libur Lebaran

Sebanyak 148 guru kedapatan mangkir dari kewajibannya mengajar dengan alasan masih bersilaturahmi dengan keluarga pascalebaran

TARAKAN, tribunkaltim.co.id - Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak)  Badan Pengawas Dinas Pendidikan Kota Tarakan ke sekolah – sekolah, mendapati pelanggaran yang dilakukan guru yaitu mengabaikan instruksi cuti Lebaran yang jumlahnya cukup mencengangkan.


Sebanyak 148 guru kedapatan mangkir dari kewajibannya mengajar dengan alasan masih bersilaturahmi dengan keluarga pascalebaran Idul Fitri 1433 Hijriah.

Inspeksi mendadak yang dilakukan badan pengawas Dinas Pendidikan sejak Senin (3/9) hingga Rabu (5/9) ke sekolah mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga SLTA tercatat 148 guru terlambat masuk kerja dari batas cuti yang diajukan. Sebagian besar dari para guru yang membandel ini beralasan sedang silaturahmi dengan keluarga, dan sebagian lagi kebingungan biaya transpotasi yang membengkak.

“Memang dari hasil sidak badan pengawas, banyak yang terlambat mengajar padahal batas waktu cuti telah berlalu. Namun masih ada guru yang belum mengajar dengan alasan masih di kampung halaman,” kata Kepala Dinas Pendidikan Tajuddin Tuwo kepada wartawan, Rabu (5/9/2012).

Keterlambatan guru ini bervariasi mulai satu hari hingga satu minggu. Menurut  Tajuddin, rata-rata para guru ini pulang ke kampung halaman menggunakan pesawat terbang, namun sebagian besar tidak mengantisipasinya dengan pembelian tiket kembali, sehingga saat membeli harganya masih tinggi. ”Tiket pesawatkan masih tinggi sehingga mereka putuskan untuk naik kapal, yang membutuhkan waktu cukup lama sampai di Tarakan,” paparnya.

Sidak dilakukan dengan melihat absensi yang ada di setiap sekolah negeri yang ada di Tarakan. Saat ini badan pengawas masih melakukan pemeriksaan absensi guru di sekolah-sekolah. ”Jumlah tersebut masih memungkinkan untuk bertambah, karena belum semua sekolah didatangi,” urai Kepala Disdik.

Meski secara administrasi telah melanggar ketentuan, namun Disdik tidak memberikan sanksi berat kepada guru yang terlambat bekerja tersebut, Disdik hanya mencatat alasan dan nama guru yang bersangkutan, sehingga tahun depan tidak terulang kambali.


”Secara khusus mereka akan kami panggil, dan membuat surat pernyataan serta alasan keterlambatan mereka. Kalau sanksi saya rasa harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari surat peringatan satu dan seterusnya,” ungkapnya.

Jika SP 1 dan terakhir belum juga mendapat perhatian dari guru yang bersangkutan, Disdik berjanji akan melakukan pengurangan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), dan sanksi kedisiplinan yang akan berpengaruh terhadap kepangkatan.

“Ada sanksi pengurangan TPP dan sanksi lainnya. Di swastapun begitu bila ada yang melanggar pasti dikenai hukuman tergantung dari berat ringanya kesalahan, apalagi kita sebagai Pegawai tentunya harus lebih disiplin lagi,” pungkasnya. (sofyan vj)
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved