PLBL tak Mematikan Ekonomi di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan
Pemilik angkutan kota juga akan terkena dampak positif. Jika selama ini mereka terkonsentrasi di satu lingkup, kini terpencar.
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id-
Kepala
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nunukan Robby Nahak
Serang mengatakan, beroperasinya Dermaga Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Lamijung tidak
lantas mematikan perekonomian warga di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.
Pengoperasian PLBL Lamijung justru memberikan kesempatan berkembangnya
sentra-sentra ekonomi yang membuka peluang peningkatan kesejahteraan
masyarakat di daerah ini.
“Pemda sebagai regulator dan pemerintah bukan hanya berpikir
untuk hari ini tetapi berpandangan lebih jauh kedepan. Kalau berbicara
kesejahteraan ekonomi, salah satu aspeknya adalah Lamijung. Kita tidak
memikirkan hanya sekelompok atau orang perorang yang hidup dari transportasi,”
ujarnya.
Ia mengatakan, dengan beroperasinya PLBL Lamijung, tentu dari segi
ekonomi akan berdampak positif bagi masyarakat. Lapangan pekerjaan akan
terbuka, karena peluang ekonomi lebih bagus.
Pemilik angkutan kota juga akan terkena dampak positif. Jika
selama ini mereka hanya terkonsentrasi di satu lingkup, kini mereka dapat
terpencar.
“Kemudian kita akan menata perlahan-lahan. Jadi transportasi ini
akan terkoneksi yang akan mempengaruhi kesejahteraan dan tingkat ekonomi masyarakat.
Misalnya di Pelabuhan Tunon Taka, tadinya semua tertumpuk di situ asongan,
angkot. Maka ini ada pergeseran dalam tingkat perdagangan, eknomi,” ujarnya.
Dengan beroperasinya PLBL Lamijung, perekonomian di Pelabuhan
Tunon Taka juga tetap aktif. “Jangan berfikir dengan adanya Lamijung maka Tunon
Taka tidak hidup. Terdapat sentra-sentra aktivitas masyarakat, jadi di Sungai
Jepun ada, ini harus hidup, tidak bisa satu tempat saja,” ujarnya.
Robby mencontohkan, antara satu pelabuhan dengan pelabuhan lainnya
sangat terkait erat dengan transportasi. Warga asal Kecamatan Sebuku masuk ke
Pulau Nunukan melalui Dermaga PLBL Lamijung. Lalu menggunakan jasa angkutan
kota menuju ke Pelabuhan Tunon Taka jika mereka hendak menuju ke Sulawesi
Selatan.
Begitu pula dengan mereka yang
baru saja turun di Pelabuhan Tunon Taka dan hendak menuju ke Tarakan ataupun ke
Pulau Sebatik bisa menggunakan jasa angkutan dari Pelabuhan Tunon Taka menuju Pelabuhan
Penyeberangan Sungai Jepun.
“Jadi semuanya hidup. Kita jangan hanya berfokus di satu titik,
maka hanya satu kelompok saja yang mendapatkan kesejahteraan,” ujarnya.
KOMENTAR