Rabu, 10 Juni 2026

Tidak Ada Tanda Corona Virus Bakal Mewabah

ECDC atau P2PL Eropa menyebutkan bahwa virus corona yang baru diidentifikasi itu tidak sama secara genetis dengan virus corona-SARS.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
TRIBUNKALTIM.co.id - Ditemukannya virus corona baru yang memiliki gejala penyakit mirip SARS di Inggris tidak menunjukkan gejala terjadinya wabah seperti SARS tahun 2003, sehingga masyarakat diimbau tidak khawatir berlebihan meskipun tetap harus melakukan tindakan pencegahan.

“’European Centre for Disease Prevention and Control’ (ECDC) atau P2PL Eropa menyebutkan bahwa virus corona yang baru diidentifikasi itu tidak sama secara genetis dengan virus corona-SARS dan tidak menunjukkan gejala dimulainya wabah baru SARS,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Rabu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengeluarkan definisi kasus untuk kepentingan diagnosis dan surveilans kepada virus yang untuk sementara diberi nama “London1—novel CoV 2012″ oleh Lembaga Perlindungan Kesehatan Inggris (HPA) yang pertama kali melaporkan virus tersebut.

“Jadi, sekali lagi, ini berbeda dengan corona virus yang menyebabkan SARS beberapa tahun yang lalu,” kata Tjandra.

Hingga pertama kali dilaporkan WHO pada hari Minggu (23/9) lalu, jumlah kasus yang dikonfirmasi masih tetap dua orang dan tidak ada penambahan kasus baru lagi.

Kasus pertama ditemukan adalah warga Arab Saudi berusia 60 tahun yang meninggal dengan pneumonia dan kasus ke dua adalah warga negara Qatar berusia 49 tahun yang sakit setelah melakukan perjalanan ke Arab Saudi, keduanya menunjukkan diserang oleh corona virus.

Dari penelitian ditemukan virus corona pasien kedua 95 persen identik dengan kasus pertama dan kasus kedua itu kini masih dirawat di London dengan gagal napas dan gagal ginjal.

Sedangkan untuk laporan kluster untuk kasus 13 orang terkena virus corona dari Castle Peak Hospital Hong Kong beberapa hari yang lalu, Tjandra mengungkapkan bahwa sudah dikonfirmasi mereka terinfeksi “human coronavirus NL63″, suatu jenis virus corona yang sudah lama ada dan menyebabkan infeksi saluran napas yang ringan. Semua pasien di Hong Kong dilaporkan dalam keadaan baik.

Sementara untuk kondisi para jamaah haji di Arab Saudi, Tjandra juga mengatakan belum ada laporan mengenai adanya jamaah yang menderita demam tinggi atau gejala lainnya seperti yang dilaporkan dari kedua orang yang terjangkit virus corona baru tersebut.

“Saya terus berkoordinasi dengan Tim Kesehatan Haji kita di Arab Saudi, sejauh ini tidak ada perkembangan mengkhawatirkan,” ujarnya.

Virus SARS menimbulkan kepanikan internasional pada tahun 2002-2003 ketika menyebar hingga ke 37 negara dan menewaskan lebih dari 900 orang dengan gejala awal demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius dan gejala lain mirip influenza.

Meskipun tidak ditemukan penyebaran antar manusia, namun virus SARS belum dapat dimusnahkan dan masih ada dalam tubuh unggas sebagai inangnya, dan masih ada kemungkinan untuk mengjangkiti manusia.

Salah satu langkah yang disarankan untuk mencegah penularan virus dari unggas adalah dengan menghindari kontak yang tidak perlu dengan unggas dan selalu menjaga kebersihan terutama mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan dan untuk melakukan kegiatan-kegiatan lain.

sumber: sehatnews

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved