Di Balikpapan, 642 Kematian Disebabkan Penyakit Asap Rokok
Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi perokok nasional yang jumlahnya mencapai 34,7 persen.
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Adhinata Kusuma
Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan
dengan prevalensi perokok nasional yang jumlahnya mencapai 34,7 persen.
"Ini merupakan suatu keadaan yang harus disikapi secara cepat,
mengingat bahaya dan dampak rokok bagi kesehatan. Baik kesehatan si
perokok dan kesehatan orang-orang yang berada di sekitar perokok yang
terpapar oleh second hand smoke atau asap rokok tersebut," ujar Kepala
Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK
Balikpapan dr Esther Vonny, Kamis (11/10/2012).
Vonny mengaku prihatin, lantaran usia mulai merokok di Kaltim
berdasarkan data Riskesdas adalah kurang dari 5 tahun. Data tersebut
menggambarkan bahwa seorang perokok secara tidak langsung menjadi contoh
atau figur perilaku merokok bagi anak-anak di lingkungannya. "Ada
kecenderungan bagi generasi muda kita untuk menjadi perokok pemula saat
ini dan menjadi perokok tetap di kemudian hari," katanya.
Di lain sisi, data kematian di Kota Balikpapan tahun 2011, kata
Vonny, mencatat dari 642 kematian, 5 penyebab tertinggi disebabkan oleh
penyakit yang berhubungan dengan merokok. Diantaranya penyakit jantung
(9,03%), stroke (7,7%), hipertensi (5,9%), diabetes melitus (3,11%) dan
tubercolusis paru (1,4%).
Saat ini Pemkot Balikpapan mulai memberlakukan kawasan sehat tanpa
rokok (KSTR) di sejumlah titik, diantaranya kantor pemerintahan,
sekolah, rumah ibadah, sarana kesehatan, hingga lingkungan kelurahan.
Rencananya, Pemkot juga akan memberlakukan KSTR di sarana angkutan umum
massal (SAUM), bandara, hingga pelabuhan guna menekan angka perokok
aktif. (*)