Samarinda
Izin dan Amdal Bagai Lingkaran Setan
Dia merasa sudah dapat izin, ya sudah. Dampak yang ada bukan tanggungjawabnya. Itu tanggungjawab masyarakat sekitar
Penulis: Doan E Pardede |
"Dia sudah ada
izin dan itu dilengkapi dengan AMDAL. Seharusnya, dengan adanya analisa
AMDAL seharusnya dampak akibat aktifitasnya sudah bisa diperhitungkan.
Yang jadi masalah adalah kenapa izinnya keluar. Izin keluar berarti
sudah dilengkapi dengan AMDAL. Kenapa AMDAL-nya tidak mempertimbangkan
dampak lingkungan diluar daripada perusahaan batu bara
tersebut. Ini sudah seperti lingkaran setan," katanya.
Minimnya
tanggungjawab perusahaan tambang bila terjadi kerusakan lingkungan
menurutnya diakibatkan dengan mengantongi izin, bahwa dengan mengantongi
izin maka segala kerusakan lingkungan yang ada juga sudah direstui si
pemberi izin dalam hal ini pemkot Samarinda bila IUP dan pemerintah
pusat bila PKP2B.
"Dia merasa sudah dapat izin, ya sudah. Dampak
yang ada bukan tanggungjawabnya. Itu tanggungjawab masyarakat sekitar.
Dia (tambang) beranggapan demikian,"katanya.