Banjir Jakarta

Aktivitas Perdagangan Mangga Dua Lumpuh

Banjir yang masih menggenangi jalan di kawasan Mangga Dua membuat aktivitas perdagangan di sejumlah pusat perbelanjaan lumpuh.

Aktivitas Perdagangan Mangga Dua Lumpuh
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Warga memanfaatkan jasa gerobak untuk angkutan melintasi banjir di Jalan Kyai Tapa, Jakarta Barat, Jumat (18/1/2013). Untuk sekali angkut mereka harus mengeluarkan ongkos antara Rp 20.000-Rp 100.000 tergantung beban dan jarak tempuhnya.
JAKARTA, tribunkaltim.co.id- Banjir yang masih menggenangi jalan di kawasan Mangga Dua, Sabtu (19/1/2013), membuat aktivitas perdagangan di sejumlah pusat perbelanjaan lumpuh.

Di Pasar Pagi Mangga Dua, karena banyaknya toko yang tidak dibuka, baik pembeli maupun karyawan toko yang baru saja datang terpaksa kembali pulang. "Saya baru saja datang, tetapi bos nelepon dan disuruh pulang karena toko hari ini tutup," kata Nia, karyawan toko.

Yuli, karyawan toko baju anak di Pasar Pagi, juga mengatakan tidak bekerja hari ini karena tokonya sudah tutup sejak tiga hari yang lalu. "Toko sudah ditutup sejak Kamis kemarin. Tutup karena tidak ada pembeli yang datang," kata Yuli.

Hal yang sama juga terjadi di ITC Mangga Dua. Petugas terpaksa menutup pusat perbelanjaan tersebut, dan melarang karyawan yang baru datang untuk masuk.

Sementara itu, untuk bisa mengakses jalan menuju kawasan Mangga Dua dari arah kawasan Kota Tua, selain berjalan kaki, warga hanya bisa menggunakan mikrolet M39. Itu pun dengan membayar Rp 5.000 dari yang semula Rp 2.000.

"Ongkos naik karena banjir. Soalnya gak ada kendaraan umum yang berani nembus banjir. Gak mau bayar segitu juga gak apa-apa, daripada jalan kaki," kata Ardi, salah satu sopir mikrolet.

Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved