Petani Paser Cemaskan Jagal Sapi Berkeliaran Malam Hari
Seorang warga Trans Lokal di Desa Janju Kecamatan Tanah Grogot pernah mendapati ternak sapinya sisa kepala tanpa badan di kandangnya
Keluhan itu dibenarkan Kabid Peternakan pada Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Paser Hardjana, Selasa (12/1/2013). "Iya, saya juga sering dengar keluhan itu, ternak sapinya di potong di tempat, kemudian dijual dalam bentuk daging oleh pencurinya," kata Hardjana.
Keluhan petani seperti ini menurut Hardjana semakin sering ia dengar lantaran harga daging sapi di pasaran Rp 100.000/Kg. Jika rata-rata satu ekor sapi menghasilkan 100 Kg daging sapi, maka perbuatan yang dilarang agama dan hukum negara ini memang akan menghasilkan uang yang lumayan bagi si pencuri.
"Namanya juga hasil curian tentunya tidak terjamin kehalalannya. Beda halnya kalau dipotong di RTH, disamping halal juga ternak yang dipotong terjamin kesehatannya, makanya kami menghimbau agar ternak yang ingin dipotong dibawa ke RTH, khususnya untuk kebutuhan konsumsi Kelurahan Tanah Grogot dan sekitarnya," imbaunya. (*)