Sabtu, 11 April 2026

Petani Paser Cemaskan Jagal Sapi Berkeliaran Malam Hari

Seorang warga Trans Lokal di Desa Janju Kecamatan Tanah Grogot pernah mendapati ternak sapinya sisa kepala tanpa badan di kandangnya

Editor: Sumarsono
TANA PASER, tribunkaltim.co.id - Seorang warga Trans Lokal di Desa Janju Kecamatan Tanah Grogot pernah mendapati ternak sapinya sisa kepala tanpa badan di kandangnya. Pengalaman yang sama juga di alami oleh warga di desa tetangga, sehingga peternak sapi lainnya pun cemas dengan tukang jagal sapi yang suka berkeliharan di malam hari.   

Keluhan itu dibenarkan Kabid Peternakan pada Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Paser Hardjana, Selasa (12/1/2013). "Iya, saya juga sering dengar keluhan itu, ternak sapinya di potong di tempat, kemudian dijual dalam bentuk daging oleh pencurinya," kata Hardjana.

Keluhan petani seperti ini menurut Hardjana semakin sering ia dengar lantaran harga daging sapi di pasaran Rp 100.000/Kg. Jika rata-rata satu ekor sapi menghasilkan 100 Kg daging sapi, maka  perbuatan yang dilarang agama dan hukum negara ini memang akan menghasilkan uang yang lumayan bagi si pencuri.

"Namanya juga hasil curian tentunya tidak terjamin kehalalannya. Beda halnya kalau dipotong di RTH, disamping halal juga ternak yang dipotong terjamin kesehatannya, makanya kami menghimbau agar ternak yang ingin dipotong dibawa ke RTH, khususnya untuk kebutuhan konsumsi Kelurahan Tanah Grogot dan sekitarnya," imbaunya.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved