Rabu, 10 Juni 2026

Balikpapan

KWPLH akan Disatukan Dengan Bumi Perkemahan

Saat ini BLH memang sudah melakukan kajian tentang penggabungan dua kawasan tersebut

Tayang:
Editor: Adhinata Kusuma
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Badan Lingkungan hidup (BLH) Balikpapan mengakui akan melakukan kajian yang mendalam untuk upaya penggabungan Kawasan Wisata Pendidikan dan Lingkungan hidup (KWPLH) beruang madu  dengan bumi perkemahan yang diajukan oleh pemkot, setelah  menyatakan keenggananya untuk  melakukan relokasi beruang madu dari habitatnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH),Fachrudin Harami, saat ditemui di Kantornya (14/2) mengungkapkan saat ini BLH memang sudah melakukan kajian tentang penggabungan dua kawasan tersebut namun dia menegaskan bahwa kajian tersebut memang tidak serta-merta bisa segera  diketahui hasilnya, karena masih dibutuhkan berbagai hal  untuk di pertimbangkan.

" Dibutuhkan kajian yang mendalam agar kedua konsep ini bisa bersinergi, sehingga tidak merugikan satu dengan yang lainnya," ujarnya

Dia pun menegaskan bahwa beruang madu yang ada di KWPLH  memang ditujukan sebagai sarana pendidikan dan untuk diamati oleh masyarakat  sehingga wacana pengabungan kawasan tersebut tidaklah akan mempengaruhi kelangsungan hidup para beruang madu tersebut.

 "Kita kan tidak bisa juga membatasi orang-orang untuk melihat mereka (beruang madu), kalau mereka tidak boleh dilihat ataupun dikunjungi, berarti nama yang disandang sebagai kawasan pendidikan akan menjadi tidak berguna, " tambahnya

 Fahruddin pun mengakui bahwa  akan ada beberapa aturan yang nantinya diberlakukan untuk menjaga agar beruang-beruang yang ada di kawasan tersebut bisa tetap nyaman dan tidak terganggu dengan kehadiran manusia " semuanya akan kita kaji, terlebih dahulu sampai ditemukan hasil kajian yang terbaik," imbuhnya

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa  ketersediaan  akan sarana dan prasana juga sangat diperlukan jika nantinya kawasan tersebut dijadikan satu tempat. "pengadaan barang dan jasa untuk kawasan tersebut juga dibutuhkan, terutama jasa konsultasi akan penggabungan kedua tempat tersebut ," katanya.

Kepastian kajian penyatuan dua kawasan ini sendiri , menurut Fahruddin,  akan diketahui sekitar tiga bulan mendatang.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved