Liga Champions

Barcelona vs PSG: Adu Imajinasi Dua Master Passing

Xavi Hernandez tercatat sebagai satu-satunya pemain yang paling banyak melakukan passing di Liga Champions musim ini.

Tribunkaltim.co.id- Xavi Hernandez tercatat sebagai satu-satunya pemain yang paling banyak melakukan passing dari semua pemain yang mentas di Liga Champions musim ini. David Beckham masih memiliki umpan-umpan dengan akurasi tinggi. Kedua master passing ini kembali akan beradu imajinasi di Stadion Camp Nou, Kamis (11/4/2013) dinihari.

Kedua master akan memasuki lapangan dengan kepercayaan diri tinggi pada laga leg kedua perempatfinal Liga Champions antara Barcelona versus Paris Saint-Germain tersebut. Skor imbang 2-2 di leg pertama memberi peluang sama besar bagi kedua tim untuk merebut tiket ke semifinal.

"Kami optimistis, karena kami main di rumah dan tahu kami favorit, tapi PSG tim hebat. Tidak ada ikan kecil di sini, mereka tim besar. Kami puas dengan leg pertama, karena mendapat hasil imbang 2-2 di laga tandang," kata Xavi dikutip Tribunnews.com dari fcbarcelona.com, Selasa (9/4/2013).

Mengenai peran pentingnya dalam sistem permainan tiki-taka Barca, Xavi mengungkapkan rahasia kontribusinya. Dalam delapan laga di Liga Champions musim ini Xavi memberi kontribusi empat assist dan satu gol buat tim Catalan.

"Aku membaca banyak hal saat bermain, aku selalu mencoba menemukan kesempatan bagi rekan-rekan setim. Aku pergi ke mana bola pergi. Aku mencoba memahami permainan dan bekerja sesuai kebutuhan tim," ungkap maestro lini tengah itu.

Gelandang berusia 33 tahun ini memang masyhur dengan gaya bermain umpan-umpan cantik. Dalam mengendalikan si kulit bundar, Xavi tidak hanya mengandalkan tenaga tapi terkadang juga diam sambil berpikir untuk mengarahkan bola ke arah yang tepat. Xavi telah sampai pada level pemain yang bermain dengan menggunakan intuisi.

"Aku mencoba mengarahkan bola untuk melewati dua lawan atau tiga lawan. Peranku sebenarnya simpel, menguasai bola, tidak kehilangan, membuat fluiditas, pergi dari satu sisi ke sisi lain, memiliki ide dari mana tim lawan akan menyerang. Itulah mengapa aku kadang terlihat berpartisipasi lebih dalam menyerang dan bergerak," tuturnya.

Meski demikian, Xavi menyerukan agar semua pemain Catalan tidak memandang sebelah mata tim yang diarsiteki Carlo Ancelotti. Apapun keunggulan yang dimiliki Barcelona, PSG diyakininya masih punya kemampuan untuk menciptakan kejutan.

"Tapi, melihat kilas balik pertandingan leg pertama, jelas meninggalkan rasa pahit, karena kami unggul 2-1 hingga menit ke-90 dan kemudian mereka menyeimbangkan skor dalam serangan terakhir di pertandingan. Itu tidak beruntung, tapi itu bukan hasil buruk," katanya.

Di sisi PSG memang ada sejumlah pemain besar yang kenyang pengalaman mentas di Champions. Sebut saja gelandang veteran David Beckham. Meski berusia 37 tahun Beckham masih terbukti punya kontribusi bagus buat timnya.

Beckham hanya tampil 70 menit di leg pertama lalu. Kali ini mantan kapten Timnas Inggris itu berharap bisa memulai pertandingan sebagai starter saat timnya melawat ke Camp Nou.

Peluang Becks kembali bermain sejak menit pertama cukup besar karena gelandang bertahan Blaise Matuidi terkena akumulasi kartu kuning. The Spice Boy akan berduet dengan gelandang muda Italia, Marco Veratti, atau Thiago Motta yang telah pulih dari cedera.

"Aku tidak tahu apakah akan memulai laga sebagai starter. Aku bukan pelatih. Tentu aku ingin jadi starter tapi pemain lain juga ingin merasakan pertandingan besar, kami akan melihat," kata Becks, yang memberi assists untuk gol Zlatan Ibrahimovic saat PSG menekuk Rennes 2-0 di Lique 1 Perancis, Sabtu lalu.

Bagi Beckham tampil di Camp Nou bukan hal baru. Dia pernah tujuh kali merasakan pertandingan besar di markas Barcelona itu saat masih memperkuat Real Madrid dalam laga bertajuk El Clasico.

Suami Victoria Adam itu mencatatkan rekor tiga kali kemenangan seri sekali dan kalah tiga kali. Becks juga pernah memperkuat Manchester United di Camp Nou ketika melawan Bayern Muenchen di final Champions 1999. Saat itu Beckham membawa timnya menang 2-1.

Tentunya menarik menyaksikan peran dua gelandang veteran di laga penentuan ini. Kemampuan kedua gelandang melakukan passing-passing cantik dan akurat jadi suguhan menarik untuk disaksikan.

Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved