Balikpapan
Warga RT 23 Menolak Pemagaran Jalan Umum
Sejumlah warga juga berjaga di titik akses yang akan dipagar oleh pihak Aston.
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Pemberitahuan. Demi kepentingan umum warga RT 23 menolak pemagaran atau penutupan jalan umum ini.
Demikian spanduk tulisan yang dipajang warga RT 23 kelurahan Damai kecamatan Balikpapan Selatan, Rabu (17/07/2013). Sejumlah warga juga berjaga di titik akses yang akan dipagar oleh pihak Aston.
Bahkan warga pada Rabu pagi meminta kepada kurir bahan bangunan agar tidak menaruh bahan material di sekitar pemagaran jalan umum tersebut. "Tadi ada yang mengirim material bahan bangunan tetapi kami minta untuk bawa kembali sebelum terjadi apa-apa," ujar perwakilan warga RT 23, Gusti Elsuf.
Gusti bersama warga lain berharap situasi seperti ini ada solusinya. Sebab bila tetap dipagar maka akan menutup akses yang menghubungkan jalan MT Haryono gang Kuningan RT 23 dengan jalan Siaga. Manfaat jalan ini tidak hanya dirasakan oleh warga setempat. Melainkan pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor memanfaatkan jalan ini sebagai jalur alternatif. Sebab seperti biasa pada jam kerja atau pulang kerja bila jalan MT Haryono macet maka pengguna jalan memanfaatkan jalan tersebut.
Termasuk bila jalan Siaga kebanjiran, pengendara memanfaatkan jalan alternatif itu menuju ke MT Haryono atau sebaliknya. Menurut cerita, jalan itu sudah ada sejak lebih dari 50 tahun lalu. Dan selama ini tidak menjadi masalah mengenai jalan tersebut. Bahkan dalam waktu dekat pemerintah kota Balikpapan sudah menetapkan jalan tersebut akan diaspal.
"Jalan ini sudah ditender pengaspalannya tetapi sekarang malah mau dipagar dengan alasan pemilik tanahnya menjual ke pihak Aston," kata Gusti diamini warga lainnya.
Akibatnya pemborong yang akan mengaspal tidak berani karena statusnya tidak jelas. Padahal menurut Gusti bahwa pemkot Balikpapan mengakui jalan umum. "Intinya kami warga RT 23 menginginkan akses jalan. Jalan ini untuk kepentingan umum dan sudah 50 tahun lebih yang bisa kami buktikan dan jalan ini bukan untuk warga RT 23 saja tetapi juga masyarakat umum," tegasnya.