Empat Kecamatan di Kutai Barat Terendam Banjir
Saat ini tim BPBD turun ke lapangan guna memantau pergerakan air sungai Mahakam.
“Saat ini tim BPBD turun ke lapangan
guna memantau pergerakan air sungai Mahakam,
diminta juga agar kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengawasi
pergerakan air disekitar rumah sehingga dapat diambil langkah
antisipasi,” ujar Wasis.
Lebih jauh dikatakannya, hampir setiap
hari tim BPBD memantau pergerakan air sungai Mahakam ditambah lagi
beberapa hari terakhir ini sering turun hujan. Hanya saja untuk
Kecamatan Long Bagun ketinggian air sudah mulai turun dan aktifitas
masyarakat sudah mulai pulih kembali.
Sementara itu di Kecamatan
Long Hubung, lanjutnya, ketinggian air bertahan dan ada kemungkinan
mulai turun. Hanya saja untuk Kecamatan Long Iram dan Tering ketinggian
air mengalami kenaikan.
“Untuk itu tim BPBD selalu siap untuk
membantu warga yangg terrkena banjir. BPBD selalu koordinasi dengan
pihak kecamatan dan selalu siap dihubungi oleh pihak Kecamatan apabila
membutuhkan bantuan pengungsian,” akunya.
Sementara itu dalam
pantauan Tribunkaltim di Kecamatan Tering, luapan air
sungai Mahakam sudah mencapai 1,5 meter untuk di Kampung Tering
Seberang sedangkan untuk Tering Lama dan Tering Baru air sungai
mengenangi perkampungan dengan ketinggian air mencapai 2 meter.
Akibatnya aktifitas perdagangan berhenti total.
Sedangkan di
Kecamatan Long Iram di Kampung Long Iram Ilir, ketinggian air sudah
berada di bawah rumah dengan ketinggian mencapai 1 meter dan ada
sebagian warga sudah mendirikan panggung di dalam rumah.
“Guna
mengantisipasi banjir yang tidak dapat diduga saya sudah mendirikan
panggung di dalam rumah, nantinya digunakan untuk mengamankan perabotan
rumah tangga,” ungkap Imran warga Long Iram.
Demikian halnya di
Kampung Keliwai Kecamatan Long Iram, ketinggian air mencapai 1 meter.
Walaupun begitu aktifitas belajar mengajar tetap berjalan dengan normal.