Selasa, 7 April 2026

Empat Kecamatan di Kutai Barat Terendam Banjir

Saat ini tim BPBD turun ke lapangan guna memantau pergerakan air sungai Mahakam.

Editor: Fransina Luhukay
zoom-inlihat foto Empat Kecamatan di Kutai Barat Terendam Banjir
tribun kaltim/alex pardede
Kondisi permukiman warga di Kutai Barat yang tergenang banjir pekan ini.
SENDAWAR, tribunkaltim.co.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat Imansyah Said melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Wasis Setyo B, mengingatkan warga Kutai Barat yang tinggal di sepanjang sungai Mahakam untuk dapat selalu memantau ketinggian air Mahakam serta selalu melaporkan kondisi yang terjadi di aliran sungai Mahakam ke pihak kecamatan dan BPBD Kubar guna segera diambil langkah-langkah penanggulangan.


“Saat ini tim BPBD turun ke lapangan guna memantau pergerakan air sungai Mahakam, diminta juga agar kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengawasi pergerakan air disekitar rumah sehingga dapat diambil langkah antisipasi,” ujar Wasis.


Lebih jauh dikatakannya, hampir setiap hari tim BPBD memantau pergerakan air sungai Mahakam ditambah lagi beberapa hari terakhir ini sering turun hujan. Hanya saja untuk Kecamatan Long Bagun ketinggian air sudah mulai turun dan aktifitas masyarakat sudah mulai pulih kembali.


Sementara itu di Kecamatan Long Hubung, lanjutnya, ketinggian air bertahan dan ada kemungkinan mulai turun. Hanya saja untuk Kecamatan Long Iram dan Tering ketinggian air mengalami kenaikan.


“Untuk itu tim BPBD selalu siap untuk membantu warga yangg terrkena banjir. BPBD selalu koordinasi dengan pihak kecamatan dan selalu siap  dihubungi oleh pihak Kecamatan apabila membutuhkan bantuan pengungsian,” akunya.


Sementara itu dalam pantauan Tribunkaltim di  Kecamatan Tering, luapan air sungai Mahakam sudah mencapai 1,5 meter untuk di Kampung Tering Seberang sedangkan untuk Tering Lama dan Tering Baru air sungai mengenangi perkampungan dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Akibatnya aktifitas perdagangan berhenti total.


Sedangkan di Kecamatan Long Iram di Kampung Long Iram Ilir, ketinggian air sudah berada di bawah rumah dengan ketinggian mencapai 1 meter dan ada sebagian warga sudah mendirikan panggung di dalam rumah.


“Guna mengantisipasi banjir yang tidak dapat diduga saya sudah mendirikan panggung di dalam rumah, nantinya digunakan untuk mengamankan perabotan rumah tangga,” ungkap Imran warga Long Iram.


Demikian halnya di Kampung Keliwai Kecamatan Long Iram, ketinggian air mencapai 1 meter. Walaupun begitu aktifitas belajar mengajar tetap berjalan dengan normal.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved