Pembatasan Konsumsi BBM
Mulai 1 Juli, Motor dan Mobil Pribadi Isi Bensin hanya Sekali
Skenario ini lebih efektif ketimbang membatasi pembelian BBM bersubsidi melalui patokan volume 0,7 liter per hari.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, upaya
pengendalian konsumsi dengan skenario ini lebih efektif ketimbang
membatasi pembelian BBM bersubsidi melalui patokan volume 0,7 liter per
hari untuk motor dan 3 liter per hari bagi masyarakat pemilik mobil.
"Angka
itu kan berasumsi dari hasil riset, jadi masih bisa berubah. Toh kalau
pakai skenario 0,7 untuk motor dan 3 liter untuk mobil, apakah kebutuhan
BBM bersubsidi masyarakat per hari bisa terpenuhi?" kata dia, Jumat
Sore (17/5).
Jero mengaku, saat ini pihaknya sedang
berkonsentrasi dalam menyiapkan landasan hukum guna menerapkan
pembatasan konsumsi BBM bersubsidi.
Sayang, ia urung menerangkan
kapan Pemerintah bisa menerbitkan beleid itu. Ia pun berkilah belum
keluarnya aturan tersebut lantaran masih melakukan koordinasi dengan
sejumlah pihak. "Belum. Nanti, dalam waktu dekat," kilahnya.
Sementara
itu, Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo mengatakan, landasan hukum
untuk menerapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi
cukup dengan
Peraturan Menteri (Permen) ESDM. Ini dikarenakan pihaknya merupakan
Kementerian yang berwenang terkait kebijakan pembatasan itu. Namun,
lagi-lagi ia enggan memberikan kepastian kapan Permen tersebut
diterbitkan. "Pasti kami keluarkan. Toh kalau sekarang diterbitkan,
apakah Pertamina sudah siap dari sisi fasilitasnya?" ungkap Susilo.