Samarinda
Berebut Lahan, Bandar Narkoba di Samarinda Tertikam
Dari hasil penyelidikan, diketahui motif dibalik tertikamnya Heri merupakan perebutan lahan penjualan narkoba.
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Fransina Luhukay
Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arief Prapto
Santoso, melalui Kapolsekta Samarinda Utara, Kompol Musliadi Mustafa,
Minggu (26/5/2013). Dari hasil penyelidikan, diketahui motif dibalik
tertikamnya Heri merupakan perebutan lahan penjualan narkoba.
"Baik korban (Heri), maupun pelaku kita duga sebagai bandar narkoba. Motifnya yakni perebutan lahan narkoba," jelas Musliadi.
Musliadi
memaparkan, pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut diduga
telah mengambil 'pasar' milik Heri. Tak terima, Heri pun bermaksud
membuat perhitungan. Namun sayangnya, justru Heri yang harus dirawat
karena mendapat tikaman. "Ya perebutan lahan jualan lah. Lahannya Heri
dimasuki oleh pelaku," ungkap Musliadi.
Diketahui, pada Sabtu (25/5/2013) sekitar pukul 15.30 wita, warga Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara di degegerkan dengan peristiwa penikaman terhadap salah seorang lelaki bernama Heri.
Heri ditemukan
terkapar di dekat mushola dalam kondisi berlumuran darah. Heri
menderita luka tusuk yang cukup parah di bagian perut sebelah kiri.
Diperkirakan, luka tusuk tersebut merupakan luka tusukan oleh senjata
tajam.