Selasa, 9 Juni 2026

Nunukan

Korban Bunuh Diri Itu Pekerja Batako

Eko bersama lima rekannya bekerja sebagai pembuat batako di Jalan Angkasa, Nunukan.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Eko Prayitno, pria kelahiran Blitar, 14 November 1980 yang ditemukan bunuh diri sekitar lima meter di belakang Masjid Nurul Iman, Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat, ternyata seorang pekerja batako.


Abdul Manaf, mandor tempat Eko bekerja menjelaskan, Eko bersama lima rekannya bekerja sebagai pembuat batako di Jalan Angkasa, Nunukan. Ia dan rekannya itu tinggal di Jalan Kandang Babi Nunukan. Eko menginjakkan kaki dan bekerja sebagai pembuat batako sejak Februari lalu.

Manaf tak tahu persoalan yang dialami Eko hingga akhirnya ia nekat bunuh diri. Setahunya, Eko anak yang baik dan tidak pernah membuat masalah selama bekerja. Dengan rekan-rekannya bekerja, Eko juga tidak pernah bermaslaah.

“Anaknya bagus saja.  Cuma pendiam saja. Tidak pernah cerita. Pendiam orangnya. Kalau tidak ditegur dia diam saja,” ujarnya.

Eko juga sangat tertutup dan tidak pernah menceritakan masalah yang dihadapinya.  Sebelum bunuh diri, Eko memang pernah meminta maaf kepada semua teman-temannya.

“Cuma minta maaf saja. Makanya saya bingung dia meminta maaf sampai cium tangan. Saya tanya kamu ada masalah apa? Pokoknya sebelum kejadian dia meminta maaf,” ujarnya.

Menurutnya, Eko selama di Nunukan mendapatkan pacar yang juga berasal dari Jawa. Mereka bahkan rencananya pulang ke kampung untuk menikah. Keduanya tidak pernah bermasalah. Namun tiba-tiba Jumat sekitar pukul 09.00, Eko pamit kepadanya dan mengatakan akan keluar sebentar.

Esoknya Eko malah telah menjadi mayat saat ditemukan Zulkifli atau Kacung yang merupakan penjaga masjid Nurul Iman Tanjung, Sabtu (25/5/2013).

Kacung mengatakan, saat itu kebetulan ia melintasi jalan di belakang masjid, untuk kembali kerumahnya di Sumur Tiga. Tiba-tiba ia kaget melihat mayat tersebut.

Di tempat kejadian perkara ditemukan racun merk Akodani. Selain itu pada pergelangan tangan kiri pria yang mengenakan baju lengan pendek kotak-kotak biru hitam dan celana panjang lapangan berwana hijau ini,  ditemukan  bekas irisan benda tajam.

Di dompet korban ditemukan uang ratusan tibu dan kartu tanda penduduk dengan identitas Eko Prayitno, kelahiran Blitar, 14 November 1980 dengan pekerjaan karyawan swasta.

Manaf mengaku telah menyampaikan perihal kematian Eko ini kepada keluarganya di Jawa. Korban kemarin telah dimakamkan di Nunukan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved