Tribunners / Citizen Journalism
Tribunners
Kurikulum 2013: Perubahan atau Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21
Kurikulum-kurikulum yang lalu dianggap terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan karakter.
Perubahan adalah sebuah keniscayaan, Kehidupan harus berubah menuju kesempurnaan dan kebaikan.Pendidikan juga harus mengalami perubahan menuju kesempurnaan dan kebaikan, untuk meningkatkan mutu pendidikan yang membina generasi kita lebih berkualitas dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
MELIHAT kenyataan yang ada begitu cepat perubahan yang terjadi disemua segi kehidupan ,mau tidak mau, suka tidak suka maka kita juga harus mengikuti perubahan itu dengan tidak melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang dulu dikenal sebagai bangsa yang santun, berbudaya, agamis, etos kerja yang tinggi, hidup bergotong royang.
Namun akhir-akhir ini jati diri bangsa Indonesia ini mulai tergerus dengan adanya perubahan zaman dan informasi global yang harus kita hadapi tanpa bisa kita hindari. Di sinilah pentingnya menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Dalam acara sosialisasi Kurikulum 2013 oleh Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim bulan Maret 2013 di Balikpapan yang lalu menjelaskan adanya tantangan masa depan yang harus dihadapi oleh generasi mendatang. Antara lain : 1) Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA, 2) Masalah lingkungan hidup, 3) Kemajuan teknologi informasi, 4) Konvergensi ilmu dan teknologi, 5) Ekonomi berbasis pengetahuan, 6) Kebangkitan industri kreatif dan budaya, 7) Pergeseran kekuatan ekonomi dunia, 8) Pengaruh dan imbas tekno sains, 9) Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan. Maka sebagai generasi yang bijak maka perubahan dan permasalahan-permasalahan itu harus dapat kita sikapi dengan bijaksana sehingga perubahan dan permasalahan itu dapat kita selesaikan dengan baik dan dapat meningkatkan martabat kita sebagai manusia.
Sikap bijaksana dalam menghadapi semua perubahan dan permasalahan hanya dapat dimiliki oleh generasi yang memiliki soft skill (sikap) dan hard skill (pengetahuan dan keterampilan) yang mumpuni. Bagaimana menyiapkan generasi-generasi yang mampu memiliki kompetensi sikap, keterampilan, pengetahuan yang baik, lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif.
Sekolah sebagai pusat perubahan dalam menyiapkan generasi masa depan,sekolah adalah lembaga pendidikan untuk menyiapkan generasi masa depan dimana dalam menjalankan kegiatannya diperlukan kurikulum sebagai acuan dalam rangka menyiapkan generasi yang unggul dan berkualitas, maka perubahan kurikulum adalah hal yang harus dilakukan.
Ada penilaian dan persepsi masyarakat bahwa kurikulum-kurikulum yang lalu dianggap terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif ,beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan karakter ada fenomena-fenomena negatif perilaku dari siswa dan masyarakat umumnya seperti adanya perkelahian pelajar, penggunaan narkoba, korupsi, pelanggaran hak cipta, kecurangan, dan sebagainya maka Kurikulum 2013 akan menjadi jawaban semua itu, Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan Kurikulum KBK dan KTSP.
Tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Dalam acara sosialisasi tersebut juga dijelaskan tentang alasan untuk dikembangkannya Kurikulum 2013 untuk menyiapkan generasi masa depan yang memiliki kemampuan, berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis,kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan,kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab,kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal, memiliki minat luas dalam kehidupan, memiliki kesiapan untuk bekerja ,memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Kurikulum 2013 yang akan diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013-2014 ini, merupakan penyempurnaan Kurikulum KBK dan KTSP memerlukan tahapan mulai sosialisasi sampai implementasi harus melalui perjuangan dan kerja keras dari semua pihak yang peduli terhadap mutu pendidikan. Banyak tanggapan dari praktisi, pengamat serta pakar dunia pendidikan baik yang pro maupun yang kontra, hal ini merupakan pertanda positif yang berarti peduli terhadap pendidikan sehingga banyak masukan dan kritik yang membangun dalam memperbaiki hal-hal yang harus disempurnakan.
Kurikulum 2013 jika dikatakan sebagai perubahan ini juga memerlukan usaha untuk dapat diterima di semua pihak, perubahan paradigma bagaimana menyusun sistem pembelajaran, metode pembelajaran yang mampu menjawab tantangan masa depan, tantangan abad 21.
Tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), pengetahuan (tahu apa) dan keterampilan (tahu bagaimana), yang terintegrasi. Dalam perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad 21, saat inin memang telah terjadi perubahan atau pergeseran baik ciri maupun model pembelajaran. Inilah yang diantisipasi pada Kurikulum 2013.
Dalam tahapan menyiapkan guru dalam implementasi kurikulum 2013 dijadwalkan pada bulan Juni 2013 akan diadakan pelatihan, dan tanda-tanda dari kegiatan pelatihan ini dimulai dengan adanya pendataan guru, kepala sekolah dan pengawas yang akan mengikuti kegiatan Diklat. Saat ini sedang dilaksanakan Workshop Implementasi Kurikulum 2013 oleh Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Tingkat Provinsi ke TPK tingkat kota dan kabupaten, yang selanjutnya TPK kabupaten menyampaikan ke TPK Sekolah.
Setelah kegiatan Diklat/workshop para guru tidak dilepas begitu saja, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan pemantauan selama kegiatan pembelajaran dan implementasi Kurikulum 2013 berlangsung sehingga keraguan dan kebingungan itu dapat terjawab. Dari hasil pendampingan dan pemantauan dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak untuk perbaikan di kegiatan pembelajaran dan selanjutnya digunakan sebagai penyempurnaan. Semoga Kurikulum 2013 dapat dijalankan dengan baik dan sukses. (*)