Rabu, 10 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Tribunners

Mengefektifkan Kepemimpinan Sekolah

Setiap kali jelang mutasi jabatan, pergantian kepala sekolah selalu berhembus aroma politis, nepotisme dan mungkin saja 'setoran'

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay


Hubungan ketiga standar, yakni pengaruh, kepatuhan dan kemampuan bersifat integral dan saling mempengaruhi. ketika ketika hal tersebut mampu dicapai maksimal, maka bisa disebut kepemimpinan sekolah efektif dan kuat.


Menentukan Kepemimpinan Sekolah yang Efektif
Kepemimpinan sebuah organisasi, khususnya sekolah harus dipahami sebagai sesuatu yang tidak berjalan secara alami, tetapi harus di tentukan dan dipilih. Demi efektivitasnya, kepemimpinan di sekolah harus mampu diwujudkan secara selektif sebab akan sangat berpengaruh terhadap capaian out put atau mutu pendidikan itu sendiri.


Hemat saya, setidaknya terdapat empat kriteria untuk dapat menentukan kepemimpinan sekolah yang efektif, yakni profesionalitas, kepribadian, gaya kerja dan akuntabilitas. Pertama, profesionalitas. Kepemimpinan sekolah akan efektif manakala setiap personel mulai kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya bisa secara bersama-sama memahami tujuan pendidikan, berpengetahuan luas, memiliki kemampuan teknis, memiliki skill interaktif dan memiliki kemampuan konseptual-teknikal manajemen sekolah.


Kedua, kepribadian. Iklim kepemimpinan menuju mutu pendidikan akan muncul manakala pengelola sekolah memiliki kepribadian yang positif. Indikatornya antara lain; ikhlas bekerja keras, percaya diri (self confidence), berani mengambil resiko, bersemangat, murah hati, peka sosial, kreatif dan berkarakter.


Ketiga, gaya kerja. Kriteria satu ini akan sangat mempengaruhi iklim kerja di sekolah. Iklim kerja yang tidak efektif akan sangat mempengaruhi capaian mutu sekolah menjadi tidak maksimal. indikatornya adalah sejauhmana rencana-rencana program sekolah di jalankan lebih konstruktif, kreatif partisipatif, kooperatif, delegatif, integratif, rasional, dan objektif. Jika hal itu bisa menjadi gaya kerja atau bahkan budaya kerja, maka bisa dipastikan kepemimpinan sekolah tersebut bisa berjalan efektif.


Keempat, akuntabilitas. Menjaga kepercayaan antar sesama pengelola sekolah bukanlah suatu yang mudah. untuk itu, harus diciptakan sistem akuntabilitas kerja yang berorientasi pada tanggung jawab terhadap tugas, tanggung jawab terhadap hubungan kerja dan tanggung jawab terhadap hasil yang dicapai.


Dalam prespektif leadership, keempat kriteria ini bukan saja terbatas dala menentukan kepala sekolah sebagai pemimpin, tetapi sejogyanya, juga menjadi maidset semua pengelola sekolah mulai kepala sekolah itu sendiri, guru maupun tenaga kependidikan lainnya. Mengapa? Sebab kepemimpinan sekolah bukanlah kerja individual, tetapi bersifat kolektif dan sistemik. Mewujudkannya adalah menjadi tanggung jawab semua warga sekolah. Jayalah pendidikan! (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved