Rabu, 10 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Tribunners

Pembangunan Jembatan Pulau Balang Bencana bagi Teluk Balikpapan!

Teluk Balikpapan sedang berada di bawah ancaman! Buldoser tiba pada bulan lalu di pantai timur Pulau Balang, mengeruk hutan mangrove pesisir.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
zoom-inlihat foto Pembangunan Jembatan Pulau Balang Bencana bagi Teluk Balikpapan!
tribun kaltim/m wikan h
Jembatan Pulau Balang yang kini masih dalam proses pembangunan.

Kerusakan hutan juga sangat berdampak pada laut. Teluk Balikpapan merupakan sistem sirkulasi air yang relatif tertutup, dengan sirkulasi air yang sangat terbatas dengan perairan terbuka Selat Makassar. Sebagian besar limbah industri dan sedimen terakumulasi di teluk. Limbah industri akan menjadi masalah besar dalam waktu dekat namun sedimentasi yang menyebabkan masalah besar bahkan sekarang.


Deforestasi dapat meningkatkan jumlah sedimen sebesar 7 ton per hektare per tahun. Dan praktek ilegal berkelanjutan memotong hutan mangrove dan reklamasi lahan membawa tambahan ton sedimen ke air. Membangun jalan raya akan meningkatkan dampak ini berlipat kali. Terumbu karang yang sekarat di bawah beban sedimen berat. Ikan berkurang. Ada beberapa ribu nelayan tradisional yang tinggal di sepanjang pantai Teluk Balikpapan. Mereka bergantung pada keadaan sehat ekosistem ini. Pembangunan yang diusulkan pasti akan menyebabkan meningkatnya kemiskinan di kalangan masyarakat.


Tapi semua ini tidak perlu terjadi! Ada alternatif untuk bencana proyek Jembatan Pulau Balang. Yang paling penting adalah pilihan untuk membangun jembatan antara Tanjung Batu - Gunung Seteleng. Ini akan menjadi solusi dari sebagian besar masalah ekologis serta ekonomis. Jembatan langsung akan menghubungkan pinggiran Balikpapan dan Penajam (tanpa mengganggu pusat yang berada di belakangnya dan tanpa menyebabkan kemacetan lalu lintas), sehingga menaikkan pertumbuhan kedua kota, tetapi yang utama adalah Penajam, tanpa mengorbankan keanekaragaman hayati yang kaya, perikanan lokal dan ekosistem penting lainnya yang ada di Teluk Balikpapan. Hal ini juga akan menjadikan rute Trans-Kalimantan semakin pendek, menyebabkan penghematan yang signifikan dalam bahan bakar dan biaya pemeliharaan jalan.


Tapi, paling tidak hal itu akan menghindari daerah berbukit di Teluk Balikpapan, yang akan membuat jalan tidak hanya lebih murah untuk merawatnya tetapi juga aman dan nyaman untuk dikendarai. Semua orang akan mendapat manfaat, kecuali beberapa spekulan tanah dan dua perusahaan sembrono yang telah merambah hutan pantai, yang mana sebagian adalah ilegal, dengan memberi harapan bahwa akan memiliki akses jalan di masa depan.


Misterinya adalah mengapa pemerintah provinsi sangat menganjurkan pilihan terburuk untuk membangun jembatan melintasi Teluk Balikpapan. Tidak ada argumen ekonomi yang masuk akal! Dari sudut pandang ekologi, ini akan menjadi dosa tidak dapat termaafkan. Pasti ada orang yang akan mendapat manfaat dari pembangunan Jembatan Pulau Balang, akibat kepentingan pribadi, maka harus mengorbankan yang lain? (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved