Listrim Padam
Bisnis Fotokopi Pilih Tidak Beroperasi
Padamnya listrik PLN ternyata tidak hanya berdampak pada gelapnya kota Samarinda. Beberapa tempat - tempat fotokopi
Penulis: Doan E Pardede | Editor: Sumarsono
Beberapa pengusaha, mengaku sangat dirugikan dengan padamnya listrik ini. Seperti dikatakan Fadil, pengusaha Percetakan Luthfi Grafika di Jl Danau Poso Samarinda kepada Tribun, Selasa (18/6). Tidak tanggung - tanggung, akibat seringnya lampu padam dan menyala tanpa kenal waktu berimbas pada kerusakan komputer. Kondisi tegangan listrik yang tidak normal mengakibatkan kerusakan harddisk "Kan lampu hidup, trus mati, hidup lagi. Satu komputer itu Rp 2,5 juta," kata Fadly.
Untuk saat ini, ketika arus listrik masih padam, ia mengaku masih menggunakan genset untuk operasi percetakan. Selain karena memang tidak ada pilihan dengan sumber daya, janji kepada pelanggan menurutnya harus ditepati. Untung saja menurutnya, kebanyakan langganan merupakan instansi - instansi skala besar dan sudah terikat kontrak. Sehingga sedikit keterlambatan masih dapat dikejar dengan menambah jam kerja. "Untuk genset sekitar 10 - literlah sekali isi. Sekitar minimal Rp 50 ribulah kalau sudah pakai genset," kata Fadly.
Untuk kualitas cetakan ketika menggunakan genset menurutnya tidak ada masalah dan belum pernah menjadi keluhan pelanggan. Hanya saja, ketika menggunakan genset para karyawan sedikit terganggu untuk berkomunikasi satu sama lain."Kinerja saja yang terganggu karena suara bising genset," katanya.
Sementara itu, daripada mengambil risiko mesin rusak, X-Sys Digital di Jl Samarinda memilih untuk tidak beroperasi dengan menggunakan genset. Beberapa pegawai terlihat hanya duduk saja sembari menunggu listrik menyala. Untungnya, gaji karyawan dibayar perbulan sehingga pekerja tidak perlu khawatir gaji akan dipotong karena produktifitas berkurang.
Welly, pemilik X-Sys Digital mengaku memang hanya mengalami kerugian tidak terlalu banyak diakibatkan padamnya arus listrik. Namun, hal ini menurutnya sangat menganggu usaha karena para pegawai tidak bisa bekerja.
"Mesin fotokopi itu tidak bisa menggunakan arus dari genset. Saya tidak mau mengambil risiko. Sekitar 5 mesin lebih baik tidak beroperasi. Kami tunggu saja kapan menyala lagi. Nggak mungkin kan selamanya nggak hidup," kata Welly.(dep)